Langsung ke konten utama

8 Cara Mengatasi Obesitas, Gaya Hidup hingga Pengobatan

Menurunkan berat badan mungkin hal yang sulit dilakukan, tapi obesitas tetap bisa diatasi. Upaya mengatasi obesitas lebih dari sekadar menghilangkan lemak berlebih, cara ini juga bisa memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat secara jangka panjang. Bukan hanya berat badan yang kembali ideal, tapi kualitas hidup Anda pun akan lebih baik dan terhindar dari risiko penyakit serius. Kasus obesitas terus meningkat dari tahun ke tahun, di berbagai belahan dunia. Hal ini menjadi perhatian banyak ahli kesehatan karena meningkatnya obesitas berarti menaikkan risiko kasus penyakit jantung, diabetes, stroke, dan gangguan imun. Namun, obesitas bukanlah penyakit tanpa obat penawar. Kondisi kegemukan ini bisa diatasi dari perubahan gaya hidup hingga pengobatan medis pendukung. Anda yang memiliki obesitas tak perlu khawatir dengan banyaknya tantangan dalam menurunkan berat badan. Beberapa langkah mengatasi obesitas berikut bisa dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sampai Anda memiliki berat ba...

6 Tips Meningkatkan Gaya Hidup Sehat

Menjaga pola hidup sehat dapat meningkatkan imunitas tubuh lebih kuat serta dapat mencegah dari berbagai infeksi virus yang ada.

1. Makan makanan yang sehat

6 tips meningkatkan gaya hidup sehat yang pertama yaitu ada makan makanan yang sehat, seperti buah-buahan dan sayuran. Menurut World Health Organization (WHO) orang dewasa harus makan setidaknya lima porsi (400gr) buah dan sayuran per hari.

Untuk dapat meningkatkan asupan buah dan sayuran per harinya selalu sertakan dalam makanan Anda buah dan sayur sebagai cemilan.

Dengan makan makanan yang sehat, Anda dapat mengurangi risiko kekurangan nutrisi dan penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker.

2. Konsumsi lebih sedikit garam dan gula

Menurut data WHO negara Filipina merupakan negara yang mengonsumsi garam dua kali lipat lebih banyak dari jumlah yang disarankan, menempatkan mereka pada risiko tekanan darah tinggi serta dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Kurangi asupan garam Anda menjadi 5g per hari, setara dengan sekitar satu sendok teh. Lebih mudah melakukannya dengan membatasi jumlah garam, kecap, kecap ikan, dan bumbu tinggi natrium lainnya saat menyiapkan makanan.

Selain itu, mengonsumsi gula dalam jumlah berlebihan meningkatkan risiko kerusakan gigi dan penambahan berat badan yang tidak sehat. Baik pada orang dewasa maupun anak-anak, asupan gula bebas harus dikurangi hingga kurang dari 10% dari total asupan energi.

Hal ini setara dengan 50g atau sekitar 12 sendok teh untuk orang dewasa. WHO merekomendasikan mengkonsumsi kurang dari 5% dari total asupan energi untuk manfaat kesehatan tambahan. Anda dapat mengurangi asupan gula dengan membatasi konsumsi makanan ringan manis, permen, dan minuman manis.

3. Hindari penggunaan alkohol

Menghindari konsumsi alkohol merupakan tips ketiga dari artikel 6 tips meningkatkan gaya hidup sehat ini karena dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan mental dan perilaku, termasuk ketergantungan alkohol.

Selain itu, mengonsumsi alkohol dapat menyebabkan penyakit tidak menular utama seperti sirosis hati, beberapa jenis kanker dan penyakit jantung, serta cedera akibat kekerasan dan bentrokan serta tabrakan di jalan raya.

4. Berolahraga

Aktivitas fisik didefinisikan sebagai setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang memerlukan pengeluaran energi. Ini termasuk olahraga dan aktivitas yang dilakukan saat bekerja, bermain, melakukan pekerjaan rumah tangga, bepergian, dan terlibat dalam kegiatan rekreasi.

Jumlah aktivitas fisik yang Anda butuhkan tergantung pada kelompok usia Anda, tetapi orang dewasa berusia 18-64 tahun menurut WHO harus melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit sepanjang minggu. Tingkatkan aktivitas fisik intensitas sedang hingga 300 menit per minggu untuk manfaat kesehatan tambahan.

5. Kurangi asupan lemak berbahaya

Lemak yang dikonsumsi sebaiknya kurang dari 30% dari total asupan energi Anda. Ini akan membantu mencegah penambahan berat badan yang tidak sehat.

Ada berbagai jenis lemak, tetapi lemak tak jenuh lebih disukai daripada lemak jenuh dan lemak trans. WHO merekomendasikan pengurangan lemak jenuh hingga kurang dari 10% dari total asupan energi.

Lemak tak jenuh yang lebih disukai ditemukan dalam ikan, alpukat dan kacang-kacangan, dan dalam bunga matahari, kedelai, kanola, dan minyak zaitun.

Sedangkan, lemak jenuh ditemukan dalam daging berlemak, mentega, minyak sawit dan kelapa, krim, keju, dan lemak babi. Lemak trans ditemukan dalam makanan yang dipanggang dan digoreng, serta camilan dan makanan kemasan, seperti pizza beku, kue kering, biskuit, serta minyak goreng dan olesan.

6. Lakukan tes Kesehatan

Melakukan tes kesehatan pada diri sendiri adalah langkah penting untuk mengetahui status kesehatan Anda, terutama terkait dengan HIV, hepatitis B, infeksi menular seksual (IMS), dan tuberkulosis (TB).

Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius dan bahkan kematian. Mengetahui status Anda berarti Anda akan tahu bagaimana cara terus mencegah penyakit ini.

Kunjungi fasilitas kesehatan pemerintah atau swasta, di mana pun Anda merasa nyaman, untuk menjalani tes.

Sumber : Bhinneka

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Tips Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Ramadhan, Puasa Tetap Sehat dan Aman!

Belakangan ini cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, hingga petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama bulan Ramadhan.  Kondisi ini bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan menjelang berbuka puasa hingga pelaksanaan ibadah tarawih. Agar tetap aman dan nyaman menjalani ibadah puasa, masyarakat perlu mengetahui cara menghadapi cuaca ekstrem dengan tepat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat menghadapi hujan lebat dan angin kencang selama Ramadhan. 1. Selalu Pantau Informasi Cuaca Langkah pertama yang penting dilakukan adalah memantau perkembangan cuaca setiap hari. Informasi prakiraan cuaca biasanya tersedia melalui aplikasi resmi, media sosial, atau situs lembaga meteorologi. Dengan mengetahui potensi hujan atau angin kencang sejak awal, masyarakat dapat merencanakan aktivitas seperti perjalanan pulang kerja, belanja kebutuhan berbuka, atau pergi ke masjid dengan lebih aman. 2. Siapkan Perlengkapan Hujan Saat musim hujan, me...

5 Rahasia Kerja Produktif, Sederhana Tapi Sering Dilupakan

Di tengah rutinitas kerja yang padat, banyak orang yang merasa terjebak dan merasa harus terus produktif. Bahkan, tidak sedikit yang sibuk mencari cara rumit untuk meningkatkan kinerja. Mulai dari mengikuti pelatihan, mencoba aplikasi manajemen waktu, hingga merombak jadwal kerja.  Padahal, seringkali solusi sederhana justru lebih efektif untuk menjaga fokus, menghemat energi, dan membuat pekerjaan terasa lebih ringan.  Langkah kecil ini justru sering diabaikan. Jika dilakukan konsisten, hasilnya bisa jauh lebih terasa dibandingkan strategi yang rumit. Apa saja rahasia sederhana untuk kerja lebih produktif? yuk, simak selengkapnya di bawah ini ya!  1. Mulai Hari dengan Prioritas yang Jelas Bekerja tanpa arah sama seperti berlayar tanpa kompas. Salah satu rahasia sederhana untuk produktif adalah menentukan prioritas sebelum mulai bekerja. Luangkan waktu 5–10 menit di pagi hari untuk membuat daftar tugas yang harus diselesaikan. Urutkan dari yang paling penting dan mendesak...

4 Cara Agar Tetap Fokus Mencapai Tujuan

Banyak orang yang memiliki tujuan hidup tertentu namun selalu mendapat gangguan dan akhirnya menunda semua rencana itu. Faktor di dalam diri maupun dari luar dapat membuat kamu menunda atau bahkan membatalkan rencana kamu dalam hidup, ditambah lagi dengan kondisi saat ini dengan mewabahnya Covid-19 yang membuat banyak orang menunda banyak hal. Itu semua terjadi karena kamu kurang fokus terhadap rencana tersebut dan membiarkan segala gangguan menggagalkan rencana kamu. Rasa malas bisa saja berasal dari otak kamu. Penelitian menunjukkan bahwa di waktu luang kita sering tidak melakukan apa yang kita sebenarnya harus kita nikmati. Otak kamu tidak ingin membuang-buang energi, itu menjadikan kamu malas. Masalahnya, dunia tidak malas, hari-hari terus berjalan saat kamu sedang bermalas-malasan. Semuanya seakan menuntut perhatian kita. kamu ingin membuat rencana dan menindaklanjuti atau mencapai tujuan tanpa gangguan tetapi sekitar kamu tampaknya kompak untuk menahan itu semua. Namun itu semua ...