Langsung ke konten utama

8 Cara Mengatasi Obesitas, Gaya Hidup hingga Pengobatan

Menurunkan berat badan mungkin hal yang sulit dilakukan, tapi obesitas tetap bisa diatasi. Upaya mengatasi obesitas lebih dari sekadar menghilangkan lemak berlebih, cara ini juga bisa memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat secara jangka panjang. Bukan hanya berat badan yang kembali ideal, tapi kualitas hidup Anda pun akan lebih baik dan terhindar dari risiko penyakit serius. Kasus obesitas terus meningkat dari tahun ke tahun, di berbagai belahan dunia. Hal ini menjadi perhatian banyak ahli kesehatan karena meningkatnya obesitas berarti menaikkan risiko kasus penyakit jantung, diabetes, stroke, dan gangguan imun. Namun, obesitas bukanlah penyakit tanpa obat penawar. Kondisi kegemukan ini bisa diatasi dari perubahan gaya hidup hingga pengobatan medis pendukung. Anda yang memiliki obesitas tak perlu khawatir dengan banyaknya tantangan dalam menurunkan berat badan. Beberapa langkah mengatasi obesitas berikut bisa dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sampai Anda memiliki berat ba...

5 Kalimat yang Sering Diucapkan oleh Orang Egois

Pernahkah kamu berhadapan dengan orang yang selalu mementingkan diri sendiri tanpa peduli keadaan orang lain? Orang-orang seperti ini biasanya dikenal sebagai sosok egois yang selalu mengutamakan diri sendiri tanpa memedulikan apakah orang lain terkena dampaknya atau tidak.

Dalam kehidupan sehari-hari, berhadapan dengan orang egois bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, kamu perlu tetap waspada dan tenang saat berhadapan dengan orang yang egois. Selain itu, kamu juga bisa mengenali orang dengan sikap egois melalui dari ucapan mereka.

1. "Aku memang seperti ini"

Memang ada hal-hal tertentu yang tidak bisa diubah dari orang lain. Terlepas dari bagaimana perasaan orang lain, semua orang berhak untuk menjadi diri mereka sendiri tanpa perlu merasa bersalah. Misalnya seperti seseorang yang dikenal dengan kepribadian kutu buku hingga seseorang yang mudah bergaul.

Namun, hal ini bisa berbeda artinya jika kamu berhadapan dengan orang yang egois. Orang-orang yang egois akan menggunakan kalimat ‘Aku memang seperti ini’ untuk membela diri sendiri, bahkan ketika mereka sebenarnya melakukan kesalahan. Bahkan, mereka menggunakan kalimat ini untuk menghindari suatu tanggung jawab.

2. "Santai saja, jangan terlalu sensitif"

Kalimat ‘Kamu perlu bersikap santai, jangan terlalu sensitif’ diucapkan orang-orang egois saat berhadapan dengan orang lain. Hal ini biasanya terjadi ketika orang yang egois tersebut telah menyakiti perasaan orang lain, namun mereka enggan untuk bertanggung jawab.

Mengucapkan kalimat ini menjadi cara mudah untuk membalikkan keadaan dan justru membuat seolah-olah orang lain yang bermasalah.

3. "Itu bukan masalahku"

Kalimat ‘Itu bukan masalahku’ cenderung sering diucapkan oleh orang-orang yang egois. Mereka menggunakan kalimat ini untuk menolak setiap permintaan yang tidak menguntungkan mereka secara langsung.

Mulai dari teman yang sedang kesulitan atau rekan kerja yang membutuhkan bantuan, orang-orang egois tidak akan peduli dengan hal tersebut. Bagi mereka, permintaan tersebut tidak berpengaruh pada kehidupan mereka secara langsung, sehingga orang-orang egois merasa hanya perlu mengabaikannya saja.

4. "Kamu berutang padaku"

Dalam setiap hubungan akan selalu ada timbal balik. Kendati demikian, akan selalu ada kondisi di mana seseorang memberikan lebih banyak dibanding menerima, begitu pula sebaliknya. Bahkan ketika mereka melakukan sesuatu yang baik, akan selalu ada syarat yang menyertainya.

Bagi orang-orang egois, setiap kebaikan yang mereka lakukan merupakan ‘upaya’ untuk membuat orang lain merasa bersalah dan seolah-olah telah ‘berutang’.

Misalnya, setelah membantu orang lain, orang-orang egois akan menganggap itu sebagai utang dan mereka akan meminta timbal balik sebagai balasannya.

5. "Aku tidak punya waktu untuk mengurus hal ini"

Orang-orang yang egois kerap berkata, "Aku tidak punya waktu untuk mengurus hal ini". Biasanya, kalimat ini muncul ketika seseorang meminta dukungan emosional, namun sosok yang egois enggan untuk melakukannya.

Bagi mereka, memahami perasaan orang lain hanyalah tugas merepotkan yang perlu diabaikan. Orang egois cenderung tidak peduli dengan perasaan orang lain dan semata-mata hanya memedulikan perasaan mereka sendiri.

Menurut psikoterapis dan psikoanalis F. Diane Barth, L.C.S.W., orang-orang egois cenderung tidak terlalu responsif terhadap orang lain dalam hal apa pun selain mengevaluasi bagaimana orang tersebut memenuhi kebutuhan mereka.

Jika mereka tidak mendapatkan manfaat langsung dari hal tersebut, orang-orang egois tidak merasa khawatir atau takut untuk memutuskan hubungan dengan orang lain atau bahkan mengabaikan mereka sepenuhnya.

Sumber : Beautynesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Tips Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Ramadhan, Puasa Tetap Sehat dan Aman!

Belakangan ini cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, hingga petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama bulan Ramadhan.  Kondisi ini bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan menjelang berbuka puasa hingga pelaksanaan ibadah tarawih. Agar tetap aman dan nyaman menjalani ibadah puasa, masyarakat perlu mengetahui cara menghadapi cuaca ekstrem dengan tepat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat menghadapi hujan lebat dan angin kencang selama Ramadhan. 1. Selalu Pantau Informasi Cuaca Langkah pertama yang penting dilakukan adalah memantau perkembangan cuaca setiap hari. Informasi prakiraan cuaca biasanya tersedia melalui aplikasi resmi, media sosial, atau situs lembaga meteorologi. Dengan mengetahui potensi hujan atau angin kencang sejak awal, masyarakat dapat merencanakan aktivitas seperti perjalanan pulang kerja, belanja kebutuhan berbuka, atau pergi ke masjid dengan lebih aman. 2. Siapkan Perlengkapan Hujan Saat musim hujan, me...

5 Rahasia Kerja Produktif, Sederhana Tapi Sering Dilupakan

Di tengah rutinitas kerja yang padat, banyak orang yang merasa terjebak dan merasa harus terus produktif. Bahkan, tidak sedikit yang sibuk mencari cara rumit untuk meningkatkan kinerja. Mulai dari mengikuti pelatihan, mencoba aplikasi manajemen waktu, hingga merombak jadwal kerja.  Padahal, seringkali solusi sederhana justru lebih efektif untuk menjaga fokus, menghemat energi, dan membuat pekerjaan terasa lebih ringan.  Langkah kecil ini justru sering diabaikan. Jika dilakukan konsisten, hasilnya bisa jauh lebih terasa dibandingkan strategi yang rumit. Apa saja rahasia sederhana untuk kerja lebih produktif? yuk, simak selengkapnya di bawah ini ya!  1. Mulai Hari dengan Prioritas yang Jelas Bekerja tanpa arah sama seperti berlayar tanpa kompas. Salah satu rahasia sederhana untuk produktif adalah menentukan prioritas sebelum mulai bekerja. Luangkan waktu 5–10 menit di pagi hari untuk membuat daftar tugas yang harus diselesaikan. Urutkan dari yang paling penting dan mendesak...

4 Cara Agar Tetap Fokus Mencapai Tujuan

Banyak orang yang memiliki tujuan hidup tertentu namun selalu mendapat gangguan dan akhirnya menunda semua rencana itu. Faktor di dalam diri maupun dari luar dapat membuat kamu menunda atau bahkan membatalkan rencana kamu dalam hidup, ditambah lagi dengan kondisi saat ini dengan mewabahnya Covid-19 yang membuat banyak orang menunda banyak hal. Itu semua terjadi karena kamu kurang fokus terhadap rencana tersebut dan membiarkan segala gangguan menggagalkan rencana kamu. Rasa malas bisa saja berasal dari otak kamu. Penelitian menunjukkan bahwa di waktu luang kita sering tidak melakukan apa yang kita sebenarnya harus kita nikmati. Otak kamu tidak ingin membuang-buang energi, itu menjadikan kamu malas. Masalahnya, dunia tidak malas, hari-hari terus berjalan saat kamu sedang bermalas-malasan. Semuanya seakan menuntut perhatian kita. kamu ingin membuat rencana dan menindaklanjuti atau mencapai tujuan tanpa gangguan tetapi sekitar kamu tampaknya kompak untuk menahan itu semua. Namun itu semua ...