Langsung ke konten utama

8 Cara Mengatasi Obesitas, Gaya Hidup hingga Pengobatan

Menurunkan berat badan mungkin hal yang sulit dilakukan, tapi obesitas tetap bisa diatasi. Upaya mengatasi obesitas lebih dari sekadar menghilangkan lemak berlebih, cara ini juga bisa memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat secara jangka panjang. Bukan hanya berat badan yang kembali ideal, tapi kualitas hidup Anda pun akan lebih baik dan terhindar dari risiko penyakit serius. Kasus obesitas terus meningkat dari tahun ke tahun, di berbagai belahan dunia. Hal ini menjadi perhatian banyak ahli kesehatan karena meningkatnya obesitas berarti menaikkan risiko kasus penyakit jantung, diabetes, stroke, dan gangguan imun. Namun, obesitas bukanlah penyakit tanpa obat penawar. Kondisi kegemukan ini bisa diatasi dari perubahan gaya hidup hingga pengobatan medis pendukung. Anda yang memiliki obesitas tak perlu khawatir dengan banyaknya tantangan dalam menurunkan berat badan. Beberapa langkah mengatasi obesitas berikut bisa dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sampai Anda memiliki berat ba...

5 Cara Memulai Journaling untuk Mental Sehat

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik yang perlu dijaga setiap hari. Salah satu cara sederhana namun efektif untuk merawat kesehatan mental adalah dengan journaling atau menulis jurnal. Kegiatan menuangkan pikiran dan perasaan ke dalam tulisan ini terbukti membantu mengurangi stres, meningkatkan kesadaran diri, dan memberikan perspektif baru terhadap masalah yang dihadapi.

Memulai journaling nggak perlu menunggu kondisi sempurna atau membeli jurnal yang mahal. Hal terpenting adalah konsistensi dan kejujuran dalam menuangkan pikiran. Simak 5 cara mudah memulai journaling untuk kesehatan mental berikut ini!

1. Mulai dengan Durasi Pendek dan Realistis

Banyak orang merasa overwhelmed karena berpikir journaling harus dilakukan setiap hari dengan durasi lama. Melansir dari BetterUp, memulai dengan target 5-10 menit saja sudah cukup untuk membentuk kebiasaan baru. Kamu nggak perlu memaksakan diri menulis panjang lebar di awal karena justru bisa membuat cepat lelah dan menyerah.

Fokus pada konsistensi, bukan pada kuantitas tulisan. Menulis beberapa kalimat setiap hari lebih baik daripada menulis panjang tapi hanya sekali seminggu.

2. Pilih Format yang Nyaman untuk Kamu

Journaling nggak harus selalu dalam bentuk tulisan panjang seperti diari tradisional. Mengutip dari Wondermind, kamu bisa memilih format yang paling sesuai dengan preferensimu, seperti bullet points, daftar hal-hal yang kamu syukuri, atau bahkan kombinasi tulisan dan gambar. Ada juga format guided journaling dengan prompt pertanyaan yang membantu mengarahkan tulisan.

Format digital melalui aplikasi atau format konvensional dengan tulisan tangan sama-sama memiliki manfaat. Kamu hanya perlu memilih medium yang membuat kamu nyaman dan termotivasi untuk konsisten menulis.

3. Tulis Tanpa Aturan dan Filter

Salah satu hambatan terbesar dalam journaling adalah overthinking tentang apa yang harus ditulis. Melansir dari The New York Times, journaling yang efektif untuk kesehatan mental adalah yang ditulis tanpa judgment atau filter. Kamu nggak perlu khawatir tentang tata bahasa, struktur kalimat, atau apakah tulisanmu "cukup menarik".

Jurnal adalah ruang pribadi di mana kamu bisa jujur sepenuhnya tentang perasaan dan pikiran. Oleh karena itu, tulis apa pun yang terlintas di pikiran tanpa mengedit atau menghakimi diri sendiri.

4. Gunakan Prompt atau Pertanyaan Pemandu

Menghadapi halaman kosong bisa terasa menakutkan, terutama bagi pemula. Menggunakan prompt atau pertanyaan pemandu dapat membantu memulai proses menulis. Contohnya seperti "Apa yang membuatku bersyukur hari ini?" atau "Apa yang paling membuatku cemas minggu ini?".

Prompt ini membantu mengarahkan fokus dan membuat journaling lebih terstruktur. Kamu bisa mencari berbagai template prompt online atau membuat sendiri pertanyaan yang relevan dengan situasimu.

5. Jadikan Ritual yang Menyenangkan

Journaling akan lebih berkelanjutan jika menjadi aktivitas yang kamu nikmati, bukan kewajiban yang terasa berat. Ciptakan ritual yang membuat momen journaling menjadi spesial, seperti sambil menyeduh teh favorit, menyalakan lilin aromaterapi, atau memilih waktu khusus di pagi atau malam hari. Ritual ini memberi sinyal ke otak bahwa ini adalah waktu untuk refleksi dan self-care.

Lingkungan yang nyaman juga berpengaruh pada kualitas journaling. Temukan tempat yang tenang di mana kamu bisa fokus dan merasa aman untuk mengekspresikan diri sepenuhnya.

Sumber : Beautynesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Tips Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Ramadhan, Puasa Tetap Sehat dan Aman!

Belakangan ini cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, hingga petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama bulan Ramadhan.  Kondisi ini bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan menjelang berbuka puasa hingga pelaksanaan ibadah tarawih. Agar tetap aman dan nyaman menjalani ibadah puasa, masyarakat perlu mengetahui cara menghadapi cuaca ekstrem dengan tepat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat menghadapi hujan lebat dan angin kencang selama Ramadhan. 1. Selalu Pantau Informasi Cuaca Langkah pertama yang penting dilakukan adalah memantau perkembangan cuaca setiap hari. Informasi prakiraan cuaca biasanya tersedia melalui aplikasi resmi, media sosial, atau situs lembaga meteorologi. Dengan mengetahui potensi hujan atau angin kencang sejak awal, masyarakat dapat merencanakan aktivitas seperti perjalanan pulang kerja, belanja kebutuhan berbuka, atau pergi ke masjid dengan lebih aman. 2. Siapkan Perlengkapan Hujan Saat musim hujan, me...

3 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Baca Buku Menurut Ilmu Psikologi

Membaca buku menjadi salah satu hobi yang cukup populer. Bukan hanya sebagai 'jendela ilmu', namun membaca buku bisa meningkatkan mood, ide me-time yang tenang dan menyenangkan, hingga menghibur untuk orang-orang yang suka dengan kegiatan yang satu ini. Tidak hanya itu saja, ternyata orang-orang yang suka membaca buku memiliki sejumlah ciri kepribadian yang unik menurut ilmu psikologi, lho. Penasaran seperti apa? Simak penjelasannya berikut ini. 1. Disiplin Ciri kepribadian yang pertama dari orang-orang yang hobi membaca buku yaitu disiplin. Alih-alih menghabiskan waktu di depan layar gadget dan terjebak doomscrolling di media sosial, orang yang suka membaca buku lebih memilih menggunakan waktunya untuk membaca buku. Terlebih, sikap disiplin ini tidak selalu mudah dilakukan, terutama di era digital dan ‘godaan’ untuk selalu menetap di media sosial dalam waktu lama. Selain itu, orang-orang yang dengan rutin membaca buku menyadari bahwa kegiatan ini sangat baik untuk kesehatan me...

7 Penyebab Wajah Terlihat Kusam dan Lelah

Pernah nggak sih kamu merasa wajah terlihat kusam, mata sembap, dan tampak lelah padahal aktivitasmu tidak terlalu berat? Bahkan, ada kalanya kamu sudah tidur cukup, tetapi tetap terlihat tidak segar saat bercermin. Ternyata, kondisi wajah terlihat lelah tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur saja. Dilansir dari Good Housekeeping dan Sheen Vein and Cosmetics, ada berbagai faktor lain yang bisa memengaruhi kondisi kulit wajah hingga terlihat kusam, pucat, dan tidak bercahaya. Menariknya, beberapa penyebab tersebut sering kali tidak disadari karena berasal dari kebiasaan sehari-hari. Jadi, kalau kamu sering bertanya-tanya kenapa wajah terlihat lelah, yuk kenali penyebabnya berikut ini! 1. Kurang Tidur dan Kualitas Tidur yang Buruk Penyebab wajah terlihat lelah adalah kurang tidur atau kualitas tidur yang tidak baik. Saat kamu tidur, tubuh melakukan proses regenerasi, termasuk memperbaiki sel-sel kulit. Jika waktu tidur kurang atau sering terbangun di malam hari, proses ini menjadi tid...