Langsung ke konten utama

8 Cara Mengatasi Obesitas, Gaya Hidup hingga Pengobatan

Menurunkan berat badan mungkin hal yang sulit dilakukan, tapi obesitas tetap bisa diatasi. Upaya mengatasi obesitas lebih dari sekadar menghilangkan lemak berlebih, cara ini juga bisa memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat secara jangka panjang. Bukan hanya berat badan yang kembali ideal, tapi kualitas hidup Anda pun akan lebih baik dan terhindar dari risiko penyakit serius. Kasus obesitas terus meningkat dari tahun ke tahun, di berbagai belahan dunia. Hal ini menjadi perhatian banyak ahli kesehatan karena meningkatnya obesitas berarti menaikkan risiko kasus penyakit jantung, diabetes, stroke, dan gangguan imun. Namun, obesitas bukanlah penyakit tanpa obat penawar. Kondisi kegemukan ini bisa diatasi dari perubahan gaya hidup hingga pengobatan medis pendukung. Anda yang memiliki obesitas tak perlu khawatir dengan banyaknya tantangan dalam menurunkan berat badan. Beberapa langkah mengatasi obesitas berikut bisa dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sampai Anda memiliki berat ba...

7 Tips Wawancara agar Cepat Diterima Kerja

Tips wawancara merupakan hal yang harus dikuasai sebelum menghadapi pewawancara. Dengan menerapkan tips-tips tersebut, kamu bisa lebih percaya diri dan tenang saat wawancara. Selain itu, tips interview memudahkan calon karyawan untuk menjawab setiap pertanyaan dari pewawancara. Berikut tips interview yang dapat diterapkan.

1. Pelajari Pertanyaan Umum dalam Wawancara

Membangun rasa percaya diri menghadapi wawancara bisa dimulai dengan mempelajari beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan. Pertanyaan pertama biasanya seputar diri kamu, latar belakang pendidikan, dan pengalaman kerja.

Saat menceritakan tentang diri sendiri, kamu bisa mengawali dengan memperkenalkan nama, pendidikan terakhir, kegemaran, serta hobi. Sisipkan juga beberapa pengalaman organisasi, kegiatan, prestasi, atau pekerjaan sebelumnya. Namun, pada bagian ini, kamu tidak perlu menjelaskan tanggal lahir, berat badan, maupun alamat lengkap.

Setelah memperkenalkan diri, pewawancara akan menanyakan seputar kelebihan dan kekurangan diri. Ketika menjelaskan hal tersebut, pastikan kamu menghubungkan kelebihan atau kemampuan diri dengan posisi yang dilamar. Sebagai contoh, kamu melamar posisi staf pemasaran di perusahaan swasta. Supaya pewawancara tertarik, jelaskan bahwa kamu memiliki kemampuan public speaking yang menunjang pekerjaan sebagai tim pemasar.

Pewawancara juga ingin mengetahui seberapa luas wawasan kamu tentang perusahaan yang dilamar. Karena itu, sebelum wawancara, pastikan sudah mendapatkan banyak informasi profil perusahaan. Kamu bisa mencari informasi tersebut melalui internet, web resmi perusahaan, atau orang yang bekerja di sana.

Pada sesi akhir, umumnya pewawancara melontarkan pertanyaan tentang alasan melamar di perusahaannya. Kamu bisa menjawab perusahaan ini dengan memaparkan personal qualities maupun kemampuan profesional yang dimiliki.

2. Pahami Bidang Pekerjaan yang Kamu Lamar

Ketika melamar kerja, tentu kamu sudah memahami bidang pekerjaan apa yang akan digeluti. Biasanya, pewawancara akan menanyakan secara detail tentang cara kamu menjalankan pekerjaan. Selain itu, pewawancara kerap ingin tahu kapasitas calon karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan.

Kamu juga harus memahami hak dan kewajiban selama menjadi staf di bidang pekerjaan tersebut. Misalnya, perusahaan mewajibkan setiap karyawannya untuk bersikap loyal dengan tidak menyebarkan hasil pekerjaan ke pihak luar. Berarti, kamu harus menyatakan siap menghadapi risikonya.

3. Gunakan Pakaian Rapi dan Nyaman

Setiap perusahaan memiliki aturan berbeda soal cara berpakaian. Beberapa perusahaan mengharuskan karyawan memakai pakaian formal, seperti jas, celana kain, dan sepatu pantofel. Namun, ada pula perusahaan yang memperbolehkan karyawan memakai jin dan kaos berkerah.

Jadi, sebelum wawancara, kamu harus mencari tahu tentang budaya berpakaian di perusahaan tersebut. Jika memang perusahaan mengizinkan pakaian kasual, sesuaikan penampilan kamu ketika wawancara. Kemudian, utamakan kenyamanan saat mengenakan pakaian tersebut.

4. Datang Tepat Waktu

Ketepatan waktu menjadi salah satu bahan penilaian pewawancara. Ketika mampu hadir tepat waktu, pewawancara akan menilai kamu sebagai orang yang disiplin.

Jika lokasi tempat tinggal jauh dari perusahaan, sebaiknya berangkat maksimal satu jam sebelum wawancara. Hal ini dapat membuat kamu lebih tenang dan siap menghadapi wawancara di perusahaan. Selain itu, kamu memiliki banyak waktu untuk mempelajari lingkungan perusahaan.

5. Kenali Nama Pewawancara

Umumnya, pewawancara membaca daftar riwayat hidup para pelamar beberapa hari sebelum wawancara. Dia akan mencari tahu tentang profil pelamar dengan berbagai cara, misalnya lewat social media dan perusahaan penyedia layanan online. Karena itu, kamu pun harus melakukan hal sama, yakni mengenali pewawancara.

Jika kamu tidak tahu namanya, tanyakan kepada sekretaris atau personal kontak yang tertera di lowongan kerja. Cari tahu juga profil lengkap pewawancara dan pengalaman orang-orang yang pernah diwawancarai.

6. Bersikap Tenang saat Wawancara

Banyak cara untuk memunculkan rasa tenang saat wawancara, salah satunya dengan mempersiapkan diri secara matang. Mengingat tujuan awal melamar kerja juga bisa meredakan kepanikan dalam diri kamu. Selain itu, pikirkan hal-hal positif yang dapat membuatmu percaya diri.

7. Pahami Pertanyaan dan Jawablah dengan Intonasi Jelas

Ketika pewawancara melemparkan pertanyaan, pastikan kamu memahami intinya. Kemudian, berikan jawaban runtut dan lengkap dengan intonasi jelas. Upayakan tidak memberikan penjelasan di luar pertanyaan. Pasalnya, hal tersebut menjadi salah satu bahan penilaian bagi pewawancara.

Sumber : Kariermu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Tips Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Ramadhan, Puasa Tetap Sehat dan Aman!

Belakangan ini cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, hingga petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama bulan Ramadhan.  Kondisi ini bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan menjelang berbuka puasa hingga pelaksanaan ibadah tarawih. Agar tetap aman dan nyaman menjalani ibadah puasa, masyarakat perlu mengetahui cara menghadapi cuaca ekstrem dengan tepat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat menghadapi hujan lebat dan angin kencang selama Ramadhan. 1. Selalu Pantau Informasi Cuaca Langkah pertama yang penting dilakukan adalah memantau perkembangan cuaca setiap hari. Informasi prakiraan cuaca biasanya tersedia melalui aplikasi resmi, media sosial, atau situs lembaga meteorologi. Dengan mengetahui potensi hujan atau angin kencang sejak awal, masyarakat dapat merencanakan aktivitas seperti perjalanan pulang kerja, belanja kebutuhan berbuka, atau pergi ke masjid dengan lebih aman. 2. Siapkan Perlengkapan Hujan Saat musim hujan, me...

3 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Baca Buku Menurut Ilmu Psikologi

Membaca buku menjadi salah satu hobi yang cukup populer. Bukan hanya sebagai 'jendela ilmu', namun membaca buku bisa meningkatkan mood, ide me-time yang tenang dan menyenangkan, hingga menghibur untuk orang-orang yang suka dengan kegiatan yang satu ini. Tidak hanya itu saja, ternyata orang-orang yang suka membaca buku memiliki sejumlah ciri kepribadian yang unik menurut ilmu psikologi, lho. Penasaran seperti apa? Simak penjelasannya berikut ini. 1. Disiplin Ciri kepribadian yang pertama dari orang-orang yang hobi membaca buku yaitu disiplin. Alih-alih menghabiskan waktu di depan layar gadget dan terjebak doomscrolling di media sosial, orang yang suka membaca buku lebih memilih menggunakan waktunya untuk membaca buku. Terlebih, sikap disiplin ini tidak selalu mudah dilakukan, terutama di era digital dan ‘godaan’ untuk selalu menetap di media sosial dalam waktu lama. Selain itu, orang-orang yang dengan rutin membaca buku menyadari bahwa kegiatan ini sangat baik untuk kesehatan me...

7 Penyebab Wajah Terlihat Kusam dan Lelah

Pernah nggak sih kamu merasa wajah terlihat kusam, mata sembap, dan tampak lelah padahal aktivitasmu tidak terlalu berat? Bahkan, ada kalanya kamu sudah tidur cukup, tetapi tetap terlihat tidak segar saat bercermin. Ternyata, kondisi wajah terlihat lelah tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur saja. Dilansir dari Good Housekeeping dan Sheen Vein and Cosmetics, ada berbagai faktor lain yang bisa memengaruhi kondisi kulit wajah hingga terlihat kusam, pucat, dan tidak bercahaya. Menariknya, beberapa penyebab tersebut sering kali tidak disadari karena berasal dari kebiasaan sehari-hari. Jadi, kalau kamu sering bertanya-tanya kenapa wajah terlihat lelah, yuk kenali penyebabnya berikut ini! 1. Kurang Tidur dan Kualitas Tidur yang Buruk Penyebab wajah terlihat lelah adalah kurang tidur atau kualitas tidur yang tidak baik. Saat kamu tidur, tubuh melakukan proses regenerasi, termasuk memperbaiki sel-sel kulit. Jika waktu tidur kurang atau sering terbangun di malam hari, proses ini menjadi tid...