Langsung ke konten utama

7 Manfaat Dongeng Sebelum Tidur kepada Anak

Waktu sebelum tidur sering menjadi satu-satunya momen tenang setelah seharian beraktivitas. Di saat inilah orangtua sebenarnya memiliki kesempatan untuk terhubung lebih dekat dengan anak, salah satunya dengan membacakan dongeng anak sebelum tidur. Kebiasaan ini ternyata bisa menghadirkan rasa aman, nyaman, dan dicintai. 

Manfaat dongeng sebelum tidur untuk anak

Dongeng “Si Kancil“, “Malin Kundang“, atau “Calon Arang” mungkin judul yang akrab bagi banyak orangtua di masa kecil mereka. 

Cerita-cerita tersebut dahulu kerap didengarkan sebelum tidur, baik dari orangtua maupun kakek-nenek, dan menjadi bagian dari kenangan masa kecil yang membekas hingga dewasa.

Namun, kebiasaan ini mulai memudar karena berbagai alasan. Padahal, membacakan dongeng untuk anak sebelum tidur memiliki beragam manfaat penting bagi tumbuh kembang anak, antara lain sebagai berikut.

1. Membantu anak tidur lebih nyenyak

Manfaat membacakan buku pada anak sebelum tidur yang pertama yaitu agar anak lebih mudah tidur nyenyak.

Cerita yang dibacakan dengan suara lembut dapat membantu menenangkan pikiran anak setelah seharian beraktivitas.

Alur cerita yang sederhana dan suasana yang nyaman membuat anak merasa aman dan rileks sebelum tidur. Kondisi ini membantu menurunkan stimulasi berlebih sehingga anak lebih mudah terlelap.

Selain itu, rutinitas mendongeng sebelum tidur membantu tubuh anak mengenali waktu istirahat secara konsisten. 

2. Bonding orangtua dan anak

Momen mendongeng sebelum tidur menciptakan kedekatan emosional yang berharga antara orangtua dan anak.

Anak merasa diperhatikan, didengar, dan dicintai melalui kehadiran penuh orangtua di sampingnya. Bagi orangtua, waktu ini menjadi kesempatan untuk membangun kepercayaan dan komunikasi yang lebih hangat.

Interaksi sederhana selama mendongeng, seperti bertanya atau menanggapi cerita, turut memperkuat hubungan emosional tersebut.

Ikatan emosional yang kuat akan membantu anak tumbuh dengan rasa aman, nyaman, dan percaya diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

3. Mengembangkan kemampuan bahasa anak

Membacakan dongeng pengantar tidur secara rutin juga membantu anak mengenal kosakata baru dan struktur kalimat yang baik. 

Salah satu penelitian dalam Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics mengatakan bahwa anak usia dini yang rutin dibacakan buku oleh orangtuanya dan terpapar hingga 290.000 kata lebih banyak ang diterima di Taman Kanak-Kanak daripada yang tidak.

Paparan kosakata yang kaya ini memudahkan anak untuk memperluas kemampuan berbahasa dan memahami beragam jenis teks. 

Kemampuan tersebut akan sangat membantu anak dalam proses belajar, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari seiring bertambahnya usia.

Seiring waktu, kebiasaan ini dapat mendukung perkembangan bahasa dan komunikasi anak secara optimal.

4. Menanamkan nilai moral

Dongeng anak umumnya mengandung pesan tentang kejujuran, keberanian, empati, dan tanggung jawab.

Melalui alur cerita dan tokoh-tokohnya, anak belajar memahami perbedaan antara perilaku yang baik dan kurang baik.

Penyampaian nilai moral dalam bentuk cerita terasa lebih halus dan mudah diterima anak, tanpa kesan menggurui.

Selain itu, cerita membantu anak memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan oleh tokoh.

Dengan pendampingan orangtua, nilai-nilai positif tersebut dapat lebih mudah diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari.

5. Melatih kreativitas dan imajinasi anak

Melalui dongeng, anak diajak membayangkan tokoh, latar, dan alur cerita yang tidak selalu mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari. 

Aktivitas ini merangsang imajinasi dan mendorong anak untuk berpikir kreatif. Anak juga belajar menyusun gambaran cerita di dalam pikirannya, termasuk menafsirkan perasaan dan tindakan tokoh. 

Seiring waktu, kebiasaan ini membantu anak mengembangkan daya cipta dan kemampuan berimajinasi yang lebih luas. 

Kreativitas yang terasah sejak dini akan bermanfaat dalam proses belajar dan pemecahan masalah di masa depan.

6. Membantu anak mengelola emosi

Melalui dongeng, anak diperkenalkan pada berbagai emosi seperti senang, sedih, takut, marah, atau kecewa. Anak belajar mengenali perasaan tersebut melalui pengalaman tokoh dalam cerita.

Secara tidak langsung, anak juga memahami cara tokoh menghadapi dan menyelesaikan masalah emosionalnya.

Hal ini membantu anak belajar mengelola emosinya dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, orangtua dapat menggunakan cerita sebagai pintu masuk untuk mengajak anak berdiskusi tentang perasaannya sendiri.

Dengan bimbingan orangtua, dongeng dapat menjadi sarana yang aman dan nyaman untuk membicarakan serta mengekspresikan emosi anak.

7. Meningkatkan kemampuan mendengar dan fokus

Kegiatan mendongeng melatih anak untuk mendengarkan cerita secara utuh dan mengikuti alur yang disampaikan.

Anak belajar memusatkan perhatian pada satu aktivitas dalam durasi tertentu tanpa distraksi.

Kemampuan mendengar yang baik membantu anak memahami informasi dan instruksi dengan lebih optimal.

Seiring waktu, kebiasaan ini dapat meningkatkan konsentrasi anak, yang sangat bermanfaat dalam proses belajar di rumah maupun di sekolah.

Selain itu, kemampuan fokus yang terlatih sejak dini membantu anak lebih siap menghadapi aktivitas belajar yang menuntut perhatian lebih lama.

Orangtua pun dapat memanfaatkan momen mendongeng untuk melatih anak menyimak dan merespons cerita dengan baik.

Mendongeng sebelum tidur merupakan kebiasaan positif yang memberikan manfaat jangka panjang bagi anak. 

Selain mendukung kualitas tidur, kegiatan ini juga berperan dalam perkembangan bahasa, emosi, dan karakter anak. Yuk, mulai kebiasaan ini sejak dini.

Sumber : Hello Sehat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Tips Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Ramadhan, Puasa Tetap Sehat dan Aman!

Belakangan ini cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, hingga petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama bulan Ramadhan.  Kondisi ini bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan menjelang berbuka puasa hingga pelaksanaan ibadah tarawih. Agar tetap aman dan nyaman menjalani ibadah puasa, masyarakat perlu mengetahui cara menghadapi cuaca ekstrem dengan tepat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat menghadapi hujan lebat dan angin kencang selama Ramadhan. 1. Selalu Pantau Informasi Cuaca Langkah pertama yang penting dilakukan adalah memantau perkembangan cuaca setiap hari. Informasi prakiraan cuaca biasanya tersedia melalui aplikasi resmi, media sosial, atau situs lembaga meteorologi. Dengan mengetahui potensi hujan atau angin kencang sejak awal, masyarakat dapat merencanakan aktivitas seperti perjalanan pulang kerja, belanja kebutuhan berbuka, atau pergi ke masjid dengan lebih aman. 2. Siapkan Perlengkapan Hujan Saat musim hujan, me...

5 Rahasia Kerja Produktif, Sederhana Tapi Sering Dilupakan

Di tengah rutinitas kerja yang padat, banyak orang yang merasa terjebak dan merasa harus terus produktif. Bahkan, tidak sedikit yang sibuk mencari cara rumit untuk meningkatkan kinerja. Mulai dari mengikuti pelatihan, mencoba aplikasi manajemen waktu, hingga merombak jadwal kerja.  Padahal, seringkali solusi sederhana justru lebih efektif untuk menjaga fokus, menghemat energi, dan membuat pekerjaan terasa lebih ringan.  Langkah kecil ini justru sering diabaikan. Jika dilakukan konsisten, hasilnya bisa jauh lebih terasa dibandingkan strategi yang rumit. Apa saja rahasia sederhana untuk kerja lebih produktif? yuk, simak selengkapnya di bawah ini ya!  1. Mulai Hari dengan Prioritas yang Jelas Bekerja tanpa arah sama seperti berlayar tanpa kompas. Salah satu rahasia sederhana untuk produktif adalah menentukan prioritas sebelum mulai bekerja. Luangkan waktu 5–10 menit di pagi hari untuk membuat daftar tugas yang harus diselesaikan. Urutkan dari yang paling penting dan mendesak...

4 Cara Agar Tetap Fokus Mencapai Tujuan

Banyak orang yang memiliki tujuan hidup tertentu namun selalu mendapat gangguan dan akhirnya menunda semua rencana itu. Faktor di dalam diri maupun dari luar dapat membuat kamu menunda atau bahkan membatalkan rencana kamu dalam hidup, ditambah lagi dengan kondisi saat ini dengan mewabahnya Covid-19 yang membuat banyak orang menunda banyak hal. Itu semua terjadi karena kamu kurang fokus terhadap rencana tersebut dan membiarkan segala gangguan menggagalkan rencana kamu. Rasa malas bisa saja berasal dari otak kamu. Penelitian menunjukkan bahwa di waktu luang kita sering tidak melakukan apa yang kita sebenarnya harus kita nikmati. Otak kamu tidak ingin membuang-buang energi, itu menjadikan kamu malas. Masalahnya, dunia tidak malas, hari-hari terus berjalan saat kamu sedang bermalas-malasan. Semuanya seakan menuntut perhatian kita. kamu ingin membuat rencana dan menindaklanjuti atau mencapai tujuan tanpa gangguan tetapi sekitar kamu tampaknya kompak untuk menahan itu semua. Namun itu semua ...