Menurut Harvard Business Review skills berpikir strategis berdampak pada kemampuan Anda mengambil langkah strategik dalam memposisikan diri Anda dan perusahaan ke depan.
Anda menjadi mampu melihat big picture, gambaran besar di mana Anda dan perusahaan dalam 5 tahun ke depan. Fokus pada hal penting untuk Anda dan team lakukan. Juga mampu mengambil keputusan yang lebih cerdas. Bukan itu saja loh!
Anda jadi tahu cara mengidentifikasi peluang perubahan, kemudian memanfaatkannya ke langkah strategik Anda di pekerjaan. Ini berdampak pada peningkatkan pangsa pasar dan profitabilitas, yang membuat bisnis perusahaan Anda lebih tahan lama.
1. Selalu Melakukan Antisipasi
Antisipasi merupakan salah satu proses berpikir strategis yang paling utama. Kemampuan untuk selalu melakukan antisipasi di berbagai kondisi ini mendorong kita memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
Kemampuan untuk menggambarkan kemungkinan terburuk inilah yang membuat kita bisa memikirkan sekaligus merencanakan langkah-langkah terbaik untuk melaluinya.
2. Senang Menantang Diri Sendiri
Langkah-langkah dalam berpikir strategis yang selanjutnya dapat dikenali dengan keinginan Anda untuk selalu ingin berkembang dan tidak terjebak di zona nyaman.
Sebagai contoh misalnya di tahun 2023 ini Anda mempunyai tujuan yang ingin Anda capai. Di awal perjalanan Anda menghadapi berbagai tantangan berat. Tanpa kenal putus asa, Anda mengambil beberapa langkah strategis untuk menyikapinya.
Orang yang berpikir strategis, fokus pada tujuan dan tindakan yang akan dilakukan. Bukan kesulitan yang dihadapi. Ia menyusun banyak langkah serta cara untuk melakukannya.
3. Mampu Menafsirkan Sesuatu dengan Baik
Seberapa cepat dan sering Anda menafsirkan sebuah kalimat dengan benar? Dan seberapa cepat Anda membaca perubahan sebuah kondisi? Kesigapan Anda menerjemahkan sebuah kata/kalimat/perintah dengan cepat dan benar menunjukkan skills berpikir strategis.
Sering kita temui sebuah kata yang memiliki bias arti yang berbeda sehingga penafsirannya pun tentu tidak akan sama satu dengan yang lainnya.
Salah satu contoh pemikiran strategis dalam konteks menafsirkan sesuatu dengan baik adalah cara kita merespon berita tentang resesi ekonomi yang telah melanda berbagai negara maju. Tanda-tandanya pun sudah terlihat.
Sementara itu di Indonesia, pemerintah dengan optimis menyatakan kalau negara kita ini kemungkinan besar tidak akan jatuh ke dalam resesi seperti mereka. Sehingga kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan.
Orang yang cara berpikirnya tidak strategis, mengartikan pernyataan tersebut sebagaimana adanya. Ia pun membuat rencana kerja normal tanpa mengantisipasi jika resesi ekonomi juga terjadi di Indonesia. Dan begitu optimis mencapai target tanpa memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi dan menimpa perusahaannya.
Berbeda halnya dengan orang yang berpikir strategis. Orang yang pemikirannya strategik menafsirkan kalaupun di 2023 ini Indonesia terbebas dari resesi ekonomi dunia, ia tetap memikirkan kemungkinan buruk yang akan terjadi di Indonesia dan berdampak pada bisnis perusahaannya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia mempersiapkan langkah-langkahnya, plan A, B, C dengan memperhitungkan setiap resiko dan peluang yang akan dihadapi.
Disinilah bedanya orang yang berpikir strategis dan tidak. Ia mampu menafsirkan sebuah kondisi dan segera bertindak antisipatif.
4. Berani Mengambil Keputusan
Jika langkah pertama dalam berpikir strategis adalah memiliki sifat antisipatif, maka selanjutnya pemikir strategis mampu dan berani mengambil keputusan-keputusan penting. Baik di pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari. Tentunya setelah mempertimbangkan banyak hal dengan baik.
Berani membuat keputusan adalah salah satu ciri berpikir strategik. Dalam mengambil sebuah keputusan, pemikir strategik tidak melakukannya secara tiba-tiba dan emosi. Apalagi hanya berdasarkan perasaan. Sebaliknya!
Supaya bisa fokus pada tujuan, ia bertindak cepat mengambil keputusan. Mampu dengan cepat mengartikan sebuah kondisi. Cerdas dalam menganalisa perubahan. Dan memikirkan berbagai opsi/pilihan atas langkah-langkah yang akan diambil.
Orang yang cara berpikirnya strategik, berani mengambil keputusan khususnya di situasi sulit. Ia mampu menghadapi tekanan, ketidakpastian dan berbagai permasalahan. Keren, ya!
5. Mampu Menyelaraskan Diri dengan Berbagai Situasi dan Kondisi
Kemampuan berpikir strategis seseorang tercermin dari cara ia menyelaraskan dirinya dengan kondisi yang ia hadapi.
Sebagai contoh, di tahun 2023 ini untuk mengantisipasi resesi ekonomi, Anda mengubah gaya hidup yang konsumtif dan materialis menjadi hidup sederhana dan membeli berdasarkan kebutuhan. Bukan keinginan apalagi tergiur karena program diskon.
Strategic thinker, orang yang cara berpikirnya strategis memiliki gaya hidup yang praktis dan ekonomis. Bukan rumit, apalagi konsumtif. Inilah mengapa pemikir strategis bisa bertahan bahkan mampu berkembang di kondisi sulit yang penuh ketidakpastian. Ia tahu cara merespon kondisi sulit dengan cara yang strategik. Hebat, ya.
6. Senang Belajar Hal Baru
Terakhir, seseorang yang memiliki kemampuan berpikir strategis tentunya tidak akan pernah merasa puas dengan ilmu yang dimiliki. Ia selalu haus untuk belajar hal baru. Berusaha meng-upgrade skillsnya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman yang begitu pesat ini.
Berpikir strategis identik dengan kesigapan bersikap, bertindak dan bergerak. Di matanya, semakin banyak ilmu, semakin banyak hal yang bisa ia lakukan. Dan semakin banyak kemudahan yang ia dapatkan. Hal ini tentu berkorelasi erat dengan produktivitas, kecepatan bekerja maupun kemampuan menyelesaikan masalah.
Sumber : ALC
Komentar
Posting Komentar