Langsung ke konten utama

8 Cara Mengatasi Obesitas, Gaya Hidup hingga Pengobatan

Menurunkan berat badan mungkin hal yang sulit dilakukan, tapi obesitas tetap bisa diatasi. Upaya mengatasi obesitas lebih dari sekadar menghilangkan lemak berlebih, cara ini juga bisa memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat secara jangka panjang. Bukan hanya berat badan yang kembali ideal, tapi kualitas hidup Anda pun akan lebih baik dan terhindar dari risiko penyakit serius. Kasus obesitas terus meningkat dari tahun ke tahun, di berbagai belahan dunia. Hal ini menjadi perhatian banyak ahli kesehatan karena meningkatnya obesitas berarti menaikkan risiko kasus penyakit jantung, diabetes, stroke, dan gangguan imun. Namun, obesitas bukanlah penyakit tanpa obat penawar. Kondisi kegemukan ini bisa diatasi dari perubahan gaya hidup hingga pengobatan medis pendukung. Anda yang memiliki obesitas tak perlu khawatir dengan banyaknya tantangan dalam menurunkan berat badan. Beberapa langkah mengatasi obesitas berikut bisa dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sampai Anda memiliki berat ba...

6 Ciri Berpikir Strategis Untuk Menghadapi Tantangan

Menurut Harvard Business Review skills berpikir strategis berdampak pada kemampuan Anda mengambil langkah strategik dalam memposisikan diri Anda dan perusahaan ke depan.

Anda menjadi mampu melihat big picture, gambaran besar di mana Anda dan perusahaan dalam 5 tahun ke depan. Fokus pada hal penting untuk Anda dan team lakukan. Juga mampu mengambil keputusan yang lebih cerdas. Bukan itu saja loh!

Anda jadi tahu cara mengidentifikasi peluang perubahan, kemudian memanfaatkannya ke langkah strategik Anda di pekerjaan. Ini berdampak pada peningkatkan pangsa pasar dan profitabilitas, yang membuat bisnis perusahaan Anda lebih tahan lama.

1. Selalu Melakukan Antisipasi

Antisipasi merupakan salah satu proses berpikir strategis yang paling utama. Kemampuan untuk selalu melakukan antisipasi di berbagai kondisi ini mendorong kita memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

Kemampuan untuk menggambarkan kemungkinan terburuk inilah yang membuat kita bisa memikirkan sekaligus merencanakan langkah-langkah terbaik untuk melaluinya.

2. Senang Menantang Diri Sendiri

Langkah-langkah dalam berpikir strategis yang selanjutnya dapat dikenali dengan keinginan Anda untuk selalu ingin berkembang dan tidak terjebak di zona nyaman.

Sebagai contoh misalnya di tahun 2023 ini Anda mempunyai tujuan yang ingin Anda capai. Di awal perjalanan Anda menghadapi berbagai tantangan berat. Tanpa kenal putus asa, Anda mengambil beberapa langkah strategis untuk menyikapinya.

Orang yang berpikir strategis, fokus pada tujuan dan tindakan yang akan dilakukan. Bukan kesulitan yang dihadapi. Ia menyusun banyak langkah serta cara untuk melakukannya.

3. Mampu Menafsirkan Sesuatu dengan Baik

Seberapa cepat dan sering Anda menafsirkan sebuah kalimat dengan benar? Dan seberapa cepat Anda membaca perubahan sebuah kondisi? Kesigapan Anda menerjemahkan sebuah kata/kalimat/perintah dengan cepat dan benar menunjukkan skills berpikir strategis.

Sering kita temui sebuah kata yang memiliki bias arti yang berbeda sehingga penafsirannya pun tentu tidak akan sama satu dengan yang lainnya.

Salah satu contoh pemikiran strategis dalam konteks menafsirkan sesuatu dengan baik adalah cara kita merespon berita tentang resesi ekonomi yang telah melanda berbagai negara maju. Tanda-tandanya pun sudah terlihat.

Sementara itu di Indonesia, pemerintah dengan optimis menyatakan kalau negara kita ini kemungkinan besar tidak akan jatuh ke dalam resesi seperti mereka. Sehingga kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

Orang yang cara berpikirnya tidak strategis, mengartikan pernyataan tersebut sebagaimana adanya. Ia pun membuat rencana kerja normal tanpa mengantisipasi jika resesi ekonomi juga terjadi di Indonesia. Dan begitu optimis mencapai target tanpa memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi dan menimpa perusahaannya.

Berbeda halnya dengan orang yang berpikir strategis. Orang yang pemikirannya strategik menafsirkan kalaupun di 2023 ini Indonesia terbebas dari resesi ekonomi dunia, ia tetap memikirkan kemungkinan buruk yang akan terjadi di Indonesia dan berdampak pada bisnis perusahaannya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia mempersiapkan langkah-langkahnya, plan A, B, C dengan memperhitungkan setiap resiko dan peluang yang akan dihadapi.

Disinilah bedanya orang yang berpikir strategis dan tidak. Ia mampu menafsirkan sebuah kondisi dan segera bertindak antisipatif.

4. Berani Mengambil Keputusan

Jika langkah pertama dalam berpikir strategis adalah memiliki sifat antisipatif, maka selanjutnya pemikir strategis mampu dan berani mengambil keputusan-keputusan penting. Baik di pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari. Tentunya setelah mempertimbangkan banyak hal dengan baik.

Berani membuat keputusan adalah salah satu ciri berpikir strategik. Dalam mengambil sebuah keputusan, pemikir strategik tidak melakukannya secara tiba-tiba dan emosi. Apalagi hanya berdasarkan perasaan. Sebaliknya!

Supaya bisa fokus pada tujuan, ia bertindak cepat mengambil keputusan. Mampu dengan cepat mengartikan sebuah kondisi. Cerdas dalam menganalisa perubahan. Dan memikirkan berbagai opsi/pilihan atas langkah-langkah yang akan diambil. 

Orang yang cara berpikirnya strategik, berani mengambil keputusan khususnya di situasi sulit. Ia mampu menghadapi tekanan, ketidakpastian dan berbagai permasalahan. Keren, ya!

5. Mampu Menyelaraskan Diri dengan Berbagai Situasi dan Kondisi

Kemampuan berpikir strategis seseorang tercermin dari cara ia menyelaraskan dirinya dengan kondisi yang ia hadapi.

Sebagai contoh, di tahun 2023 ini untuk mengantisipasi resesi ekonomi, Anda mengubah gaya hidup yang konsumtif dan materialis menjadi hidup sederhana dan membeli berdasarkan kebutuhan. Bukan keinginan apalagi tergiur karena program diskon.

Strategic thinker, orang yang cara berpikirnya strategis memiliki gaya hidup yang praktis dan ekonomis. Bukan rumit, apalagi konsumtif. Inilah mengapa pemikir strategis bisa bertahan bahkan mampu berkembang di kondisi sulit yang penuh ketidakpastian. Ia tahu cara merespon kondisi sulit dengan cara yang strategik. Hebat, ya.

6. Senang Belajar Hal Baru

Terakhir, seseorang yang memiliki kemampuan berpikir strategis tentunya tidak akan pernah merasa puas dengan ilmu yang dimiliki. Ia selalu haus untuk belajar hal baru. Berusaha meng-upgrade skillsnya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman yang begitu pesat ini.

Berpikir strategis identik dengan kesigapan bersikap, bertindak dan bergerak. Di matanya, semakin banyak ilmu, semakin banyak hal yang bisa ia lakukan. Dan semakin banyak kemudahan yang ia dapatkan. Hal ini tentu berkorelasi erat dengan produktivitas, kecepatan bekerja maupun kemampuan menyelesaikan masalah.

Sumber : ALC

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Tips Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Ramadhan, Puasa Tetap Sehat dan Aman!

Belakangan ini cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, hingga petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama bulan Ramadhan.  Kondisi ini bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan menjelang berbuka puasa hingga pelaksanaan ibadah tarawih. Agar tetap aman dan nyaman menjalani ibadah puasa, masyarakat perlu mengetahui cara menghadapi cuaca ekstrem dengan tepat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat menghadapi hujan lebat dan angin kencang selama Ramadhan. 1. Selalu Pantau Informasi Cuaca Langkah pertama yang penting dilakukan adalah memantau perkembangan cuaca setiap hari. Informasi prakiraan cuaca biasanya tersedia melalui aplikasi resmi, media sosial, atau situs lembaga meteorologi. Dengan mengetahui potensi hujan atau angin kencang sejak awal, masyarakat dapat merencanakan aktivitas seperti perjalanan pulang kerja, belanja kebutuhan berbuka, atau pergi ke masjid dengan lebih aman. 2. Siapkan Perlengkapan Hujan Saat musim hujan, me...

5 Rahasia Kerja Produktif, Sederhana Tapi Sering Dilupakan

Di tengah rutinitas kerja yang padat, banyak orang yang merasa terjebak dan merasa harus terus produktif. Bahkan, tidak sedikit yang sibuk mencari cara rumit untuk meningkatkan kinerja. Mulai dari mengikuti pelatihan, mencoba aplikasi manajemen waktu, hingga merombak jadwal kerja.  Padahal, seringkali solusi sederhana justru lebih efektif untuk menjaga fokus, menghemat energi, dan membuat pekerjaan terasa lebih ringan.  Langkah kecil ini justru sering diabaikan. Jika dilakukan konsisten, hasilnya bisa jauh lebih terasa dibandingkan strategi yang rumit. Apa saja rahasia sederhana untuk kerja lebih produktif? yuk, simak selengkapnya di bawah ini ya!  1. Mulai Hari dengan Prioritas yang Jelas Bekerja tanpa arah sama seperti berlayar tanpa kompas. Salah satu rahasia sederhana untuk produktif adalah menentukan prioritas sebelum mulai bekerja. Luangkan waktu 5–10 menit di pagi hari untuk membuat daftar tugas yang harus diselesaikan. Urutkan dari yang paling penting dan mendesak...

4 Cara Agar Tetap Fokus Mencapai Tujuan

Banyak orang yang memiliki tujuan hidup tertentu namun selalu mendapat gangguan dan akhirnya menunda semua rencana itu. Faktor di dalam diri maupun dari luar dapat membuat kamu menunda atau bahkan membatalkan rencana kamu dalam hidup, ditambah lagi dengan kondisi saat ini dengan mewabahnya Covid-19 yang membuat banyak orang menunda banyak hal. Itu semua terjadi karena kamu kurang fokus terhadap rencana tersebut dan membiarkan segala gangguan menggagalkan rencana kamu. Rasa malas bisa saja berasal dari otak kamu. Penelitian menunjukkan bahwa di waktu luang kita sering tidak melakukan apa yang kita sebenarnya harus kita nikmati. Otak kamu tidak ingin membuang-buang energi, itu menjadikan kamu malas. Masalahnya, dunia tidak malas, hari-hari terus berjalan saat kamu sedang bermalas-malasan. Semuanya seakan menuntut perhatian kita. kamu ingin membuat rencana dan menindaklanjuti atau mencapai tujuan tanpa gangguan tetapi sekitar kamu tampaknya kompak untuk menahan itu semua. Namun itu semua ...