Langsung ke konten utama

5 Pilihan Permainan Untuk Perkembangan Balita Anda

Pada usia di bawah tiga tahun, anak berada di dalam masa perkembangan otak dan kecerdasan yang signifikan. Fisik anak juga akan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat sehingga rentan obesitas. Karena itu, Anda perlu menstimulasi kecerdasan anak sekaligus membangun kebiasaan anak untuk aktif bergerak dengan mengajaknya bermain. Anda bisa mencari ide-ide permainan kreatif yang bisa merangsang otak dan fisik anak. 

Pilihan Permainan untuk Batita

Berikut 5 pilihan permaian untuk batita di bawah ini bisa Anda coba : 

1. Mempraktikkan cerita yang sedang dibaca bersama

Salah satu permainan paling mudah untuk dilakukan adalah dengan memanfaatkan buku bacaan. Ajak Si Kecil untuk bergerak saat terdapat kata tertentu yang disebutkan, seperti ketika kata ‘Tuan Putri’ disebutkan dalam sebuah kisah yang Anda dan anak baca bersama-sama, Anda dan anak harus berdiri dan menggerakkan pinggul ke kiri dan ke kanan. Dengan demikian, tanpa Anda sadari permainan ini sudah melatih kecerdasan, sekaligus merangsang anak untuk aktif bergerak. 

2. Bermain tangkap bola

Permainan klasik yang selalu jadi permainan yang seru dan melatih anak untuk banyak bergerak adalah tangkap bola. Hampir tidak ada anak yang menolak diajak bermain bola, terutama anak yang masih berusia di bawah tiga tahun. 

3. Pukul balon

Permainan dengan harga terjangkau ini hanya memerlukan alat berupa sebuah balon. Lemparkan balon ke udara dan ajaklah anak mengejar ke manapun balon bergerak untuk segera melemparkannya lagi ke udara sebelum balon menyentuh tanah. Cobalah melakukan hal ini selama mungkin hingga anak dan Anda sama-sama berkeringat sebelum beristirahat.

4. Ajak anak meniru gerakan dari video yang Anda putar

Putar video-video gerakan senam khusus anak berusia di bawah tiga tahun, dan temani Si Kecil dalam melakukan setiap gerakannya. Biasanya, pada usia seperti ini, anak sudah  bisa mengingat lagu yang sering didengarnya, sehingga kapan pun Anda  memutarnya lagi, Anda dapat mengajak anak untuk melakukan gerakan yang sudah dipelajari sebelumnya.

5. Bermain mengumpulkan kapas atau bola pingpong

Ide permainan lainnya yang cocok untuk anak di bawah tiga tahun adalah melibatkan kapas atau bola pingpong dengan ukuran yang lebih besar daripada ukuran mulut anak sehingga anak tidak dapat menelannya. Tebarkan bola-bola kapas maupun bola pingpong ini di lantai, dan mintalah Si Kecil untuk mengumpulkannya dalam waktu beberapa menit seperti yang Anda telah tetapkan sebelumnya.

Berikan aturan yang sederhana misalnya hanya mengumpulkan satu bola setiap kali jalan bolak-balik dari garis start ke garis finish. Berikan contoh sebelum membiarkan anak  melakukannya. Permainan ini dapat Anda lakukan sambil menuntun anak yang berusia di bawah tiga tahun  ini untuk melangkah bolak-balik sambil mengumpulkan bola-bolanya.

Sumber : Honestdocs

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Tips Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Ramadhan, Puasa Tetap Sehat dan Aman!

Belakangan ini cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, hingga petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama bulan Ramadhan.  Kondisi ini bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan menjelang berbuka puasa hingga pelaksanaan ibadah tarawih. Agar tetap aman dan nyaman menjalani ibadah puasa, masyarakat perlu mengetahui cara menghadapi cuaca ekstrem dengan tepat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat menghadapi hujan lebat dan angin kencang selama Ramadhan. 1. Selalu Pantau Informasi Cuaca Langkah pertama yang penting dilakukan adalah memantau perkembangan cuaca setiap hari. Informasi prakiraan cuaca biasanya tersedia melalui aplikasi resmi, media sosial, atau situs lembaga meteorologi. Dengan mengetahui potensi hujan atau angin kencang sejak awal, masyarakat dapat merencanakan aktivitas seperti perjalanan pulang kerja, belanja kebutuhan berbuka, atau pergi ke masjid dengan lebih aman. 2. Siapkan Perlengkapan Hujan Saat musim hujan, me...

5 Rahasia Kerja Produktif, Sederhana Tapi Sering Dilupakan

Di tengah rutinitas kerja yang padat, banyak orang yang merasa terjebak dan merasa harus terus produktif. Bahkan, tidak sedikit yang sibuk mencari cara rumit untuk meningkatkan kinerja. Mulai dari mengikuti pelatihan, mencoba aplikasi manajemen waktu, hingga merombak jadwal kerja.  Padahal, seringkali solusi sederhana justru lebih efektif untuk menjaga fokus, menghemat energi, dan membuat pekerjaan terasa lebih ringan.  Langkah kecil ini justru sering diabaikan. Jika dilakukan konsisten, hasilnya bisa jauh lebih terasa dibandingkan strategi yang rumit. Apa saja rahasia sederhana untuk kerja lebih produktif? yuk, simak selengkapnya di bawah ini ya!  1. Mulai Hari dengan Prioritas yang Jelas Bekerja tanpa arah sama seperti berlayar tanpa kompas. Salah satu rahasia sederhana untuk produktif adalah menentukan prioritas sebelum mulai bekerja. Luangkan waktu 5–10 menit di pagi hari untuk membuat daftar tugas yang harus diselesaikan. Urutkan dari yang paling penting dan mendesak...

4 Cara Agar Tetap Fokus Mencapai Tujuan

Banyak orang yang memiliki tujuan hidup tertentu namun selalu mendapat gangguan dan akhirnya menunda semua rencana itu. Faktor di dalam diri maupun dari luar dapat membuat kamu menunda atau bahkan membatalkan rencana kamu dalam hidup, ditambah lagi dengan kondisi saat ini dengan mewabahnya Covid-19 yang membuat banyak orang menunda banyak hal. Itu semua terjadi karena kamu kurang fokus terhadap rencana tersebut dan membiarkan segala gangguan menggagalkan rencana kamu. Rasa malas bisa saja berasal dari otak kamu. Penelitian menunjukkan bahwa di waktu luang kita sering tidak melakukan apa yang kita sebenarnya harus kita nikmati. Otak kamu tidak ingin membuang-buang energi, itu menjadikan kamu malas. Masalahnya, dunia tidak malas, hari-hari terus berjalan saat kamu sedang bermalas-malasan. Semuanya seakan menuntut perhatian kita. kamu ingin membuat rencana dan menindaklanjuti atau mencapai tujuan tanpa gangguan tetapi sekitar kamu tampaknya kompak untuk menahan itu semua. Namun itu semua ...