Langsung ke konten utama

5 Manfaat Serat untuk Kesehatan Tubuh Anda dan Keluarga

Ada banyak manfaat serat untuk kesehatan, mulai dari mencegah konstipasi hingga mencegah diabetes. Nutrisi ini dapat Anda temukan dalam berbagai macam makanan nabati, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, oatmeal, dan sereal.

Serat adalah jenis karbohidrat kompleks yang tidak dapat dipecah menjadi molekul gula oleh tubuh. Ada banyak sekali manfaat serat untuk kesehatan tubuh, yaitu meningkatkan imunitas, melancarkan pencernaan, sekaligus mencegah dan mengatasi sembelit.

Untuk mendapatkan semua manfaat kesehatan dari serat, Anda perlu mengonsumsi serat yang berasal dari buah, sayur, kacang-kacangan, atau biji-bijian, sebanyak 25–34 gram serat per hari ya!

Sederet Manfaat Serat untuk Kesehatan

Berikut ini adalah beragam manfaat serat untuk kesehatan tubuh yang perlu diketahui:

1. Mencegah konstipasi

Mencegah dan mengatasi konstipasi atau sembelit adalah manfaat serat yang sudah umum diketahui. Serat dapat memperlancar proses pencernaan dengan cara menyerap air ke dalam usus besar. Dengan begitu, tinja yang dihasilkan akan lebih lembut dan padat, sehingga buang air besar akan lebih lancar dan teratur.

2. Memaksimalkan penyerapan nutrisi dari makanan

Serat dapat memaksimalkan penyerapan nutrisi lainnya dari makanan, terutama nutrisi yang jumlahnya sedikit. Salah satunya adalah kalsium, yaitu mineral yang sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.

3. Menjaga daya tahan tubuh

Serat dapat memelihara mikroba baik di dalam usus. Selain dapat membantu proses pencernaan makanan, mikroba ini juga akan memecah serat menjadi asam yang dapat merangsang aktivitas sel-sel imun. Dengan begitu, daya tahan tubuh akan lebih kuat untuk melawan beragam penyakit.

4. Menjaga berat badan ideal

Manfaat serat selanjutnya adalah membantu mengurangi berat badan dan menjaga berat badan ideal. Alasannya karena serat mampu membuat perut kenyang lebih lama. Hal ini bisa mencegah Anda untuk makan secara berlebihan, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

5. Menjaga kadar gula darah normal

Serat bisa memperlambat proses pencernaan makanan sehingga kadar gula darah tidak melonjak dengan cepat, terutama setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat. Manfaat serat ini sangat baik bagi penderita diabetes.

Pilihan Makanan Berserat Tinggi

Secara umum, serat dibagi menjadi dua jenis, yaitu serat larut dan serat tidak larut. Keduanya sama-sama bermanfaat bagi tubuh.

Serat larut adalah jenis serat yang dapat larut dalam air. Setelah bercampur air, serat ini akan berubah menjadi gel sehingga menimbulkan rasa kenyang. Serat larut banyak terkandung dalam oatmeal, apel, blueberry, kacang-kacangan, buncis, dan biji chia.

Sementara serat tidak larut adalah jenis serat yang tidak dapat larut dalam air. Serat jenis ini akan merangsang gerakan usus dan melancarkan pencernaan. Serat tidak larut bisa Anda dapatkan dari gandum utuh, kacang-kacangan, quinoa, beras merah, kangkung, biji-bijian, pir, dan apel.

Itulah manfaat serat untuk kesehatan tubuh yang penting diketahui. Jika Anda termasuk orang yang sibuk dan sulit untuk mengonsumsi sumber serat, seperti aneka buah dan sayur, cobalah untuk mengonsumsi minuman yang kaya akan multi serat dan prebiotik, seperti psyllium husk.

Minuman berserat alami tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan serat harian, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan saluran cerna, mulai dari melancarkan BAB, mencegah sembelit, hingga bantu menyeimbangkan mikrobiota usus.

Untuk mendapatkan manfaat serat, penting memastikan asupan serat harian tercukupi dari makanan maupun sumber tambahan bila diperlukan. Selain konsumsi sayur, buah, dan biji-bijian, suplemen serat dapat menjadi pilihan praktis, terutama bagi orang yang sulit memenuhi kebutuhan serat dari makanan saja.

Sumber : Alodokter

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Tips Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Ramadhan, Puasa Tetap Sehat dan Aman!

Belakangan ini cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, hingga petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama bulan Ramadhan.  Kondisi ini bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan menjelang berbuka puasa hingga pelaksanaan ibadah tarawih. Agar tetap aman dan nyaman menjalani ibadah puasa, masyarakat perlu mengetahui cara menghadapi cuaca ekstrem dengan tepat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat menghadapi hujan lebat dan angin kencang selama Ramadhan. 1. Selalu Pantau Informasi Cuaca Langkah pertama yang penting dilakukan adalah memantau perkembangan cuaca setiap hari. Informasi prakiraan cuaca biasanya tersedia melalui aplikasi resmi, media sosial, atau situs lembaga meteorologi. Dengan mengetahui potensi hujan atau angin kencang sejak awal, masyarakat dapat merencanakan aktivitas seperti perjalanan pulang kerja, belanja kebutuhan berbuka, atau pergi ke masjid dengan lebih aman. 2. Siapkan Perlengkapan Hujan Saat musim hujan, me...

5 Rahasia Kerja Produktif, Sederhana Tapi Sering Dilupakan

Di tengah rutinitas kerja yang padat, banyak orang yang merasa terjebak dan merasa harus terus produktif. Bahkan, tidak sedikit yang sibuk mencari cara rumit untuk meningkatkan kinerja. Mulai dari mengikuti pelatihan, mencoba aplikasi manajemen waktu, hingga merombak jadwal kerja.  Padahal, seringkali solusi sederhana justru lebih efektif untuk menjaga fokus, menghemat energi, dan membuat pekerjaan terasa lebih ringan.  Langkah kecil ini justru sering diabaikan. Jika dilakukan konsisten, hasilnya bisa jauh lebih terasa dibandingkan strategi yang rumit. Apa saja rahasia sederhana untuk kerja lebih produktif? yuk, simak selengkapnya di bawah ini ya!  1. Mulai Hari dengan Prioritas yang Jelas Bekerja tanpa arah sama seperti berlayar tanpa kompas. Salah satu rahasia sederhana untuk produktif adalah menentukan prioritas sebelum mulai bekerja. Luangkan waktu 5–10 menit di pagi hari untuk membuat daftar tugas yang harus diselesaikan. Urutkan dari yang paling penting dan mendesak...

4 Cara Agar Tetap Fokus Mencapai Tujuan

Banyak orang yang memiliki tujuan hidup tertentu namun selalu mendapat gangguan dan akhirnya menunda semua rencana itu. Faktor di dalam diri maupun dari luar dapat membuat kamu menunda atau bahkan membatalkan rencana kamu dalam hidup, ditambah lagi dengan kondisi saat ini dengan mewabahnya Covid-19 yang membuat banyak orang menunda banyak hal. Itu semua terjadi karena kamu kurang fokus terhadap rencana tersebut dan membiarkan segala gangguan menggagalkan rencana kamu. Rasa malas bisa saja berasal dari otak kamu. Penelitian menunjukkan bahwa di waktu luang kita sering tidak melakukan apa yang kita sebenarnya harus kita nikmati. Otak kamu tidak ingin membuang-buang energi, itu menjadikan kamu malas. Masalahnya, dunia tidak malas, hari-hari terus berjalan saat kamu sedang bermalas-malasan. Semuanya seakan menuntut perhatian kita. kamu ingin membuat rencana dan menindaklanjuti atau mencapai tujuan tanpa gangguan tetapi sekitar kamu tampaknya kompak untuk menahan itu semua. Namun itu semua ...