Langsung ke konten utama

8 Cara Mengatasi Obesitas, Gaya Hidup hingga Pengobatan

Menurunkan berat badan mungkin hal yang sulit dilakukan, tapi obesitas tetap bisa diatasi. Upaya mengatasi obesitas lebih dari sekadar menghilangkan lemak berlebih, cara ini juga bisa memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat secara jangka panjang. Bukan hanya berat badan yang kembali ideal, tapi kualitas hidup Anda pun akan lebih baik dan terhindar dari risiko penyakit serius. Kasus obesitas terus meningkat dari tahun ke tahun, di berbagai belahan dunia. Hal ini menjadi perhatian banyak ahli kesehatan karena meningkatnya obesitas berarti menaikkan risiko kasus penyakit jantung, diabetes, stroke, dan gangguan imun. Namun, obesitas bukanlah penyakit tanpa obat penawar. Kondisi kegemukan ini bisa diatasi dari perubahan gaya hidup hingga pengobatan medis pendukung. Anda yang memiliki obesitas tak perlu khawatir dengan banyaknya tantangan dalam menurunkan berat badan. Beberapa langkah mengatasi obesitas berikut bisa dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sampai Anda memiliki berat ba...

5 Hal yang Tidak Perlu Ada di CV, Pernah Kamu Cantumkan?

Menulis CV harus cermat dan persuasif. Kamu perlu memilah apa saja yang perlu diinformasikan, dan mana yang tidak perlu. Kamu juga perlu mengasah kemampuan menulis secara persuasif agar HRD tertarik untuk membaca CV-mu dan mengundangmu untuk wawancara.

Nah, untuk menulis CV yang baik, kira-kira apa saja ya yang tidak perlu tercantum atau dituliskan? Simak poin-poin di bawah ini ya!

1. Informasi Pribadi yang Mendetail

Dilansir dari The Balance Careers, informasi terkait tinggi badan, berat badan, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, dan agama, tidak perlu ada di CV. Jenis kelamin juga tidak perlu ada karena biasanya sudah terwakili oleh nama yang dipandang relatif maskulin atau feminin. Pilihan politikmu juga dinilai tidak perlu kamu sertakan ya, Beauties!

2. Detail yang Tidak RelevanInformasi Pribadi yang Mendetail

Masih dari The Balance Careers, kamu tidak perlu menuliskan hobi atau minatmu, terlebih yang tidak relevan dengan bidang pekerjaan yang hendak diisi. Sebab, HRD hanya ingin mengetahui apakah kamu memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan di perusahaannya.

Sebagai pelengkap, dilansir dari Undercover Recruiter, kamu juga tidak perlu menuliskan prestasi dan keterampilanmu yang tidak relevan dengan bidang pekerjaan yang sedang dicari tersebut.

3. Ekspektasi Gaji

Detail gajimu sebelumnya maupun ekspektasi gaji yang kamu inginkan dari perusahaan tersebut tidak perlu dituliskan di CV-mu. Alangkah lebih baik dan sopan bila persoalan gaji dapat didiskusikan dan dinegosiasikan saat wawancara berlangsung bersama HRD atau calon user-mu. Begitulah seperti yang dilansir dari LinkedIn.

4. Pengalaman Kerja Palsu

Mengutip Zippia, kamu tidak boleh berbohong dengan menuliskan pengalaman atau pencapaian kerja palsu bila memang kamu belum pernah bekerja di mana pun. Alih-alih berbohong, lebih baik kamu menuliskan kemampuanmu tanpa mengada-ngada dan keterampilan yang memang bisa dibuktikan jika diterima di perusahaan tersebut.

Bagi kamu yang baru pertama kerja nantinya, kamu bisa memasukkan pengalaman saat magang, pekerjaan sukarela, juga pengalaman organisasi yang pernah digeluti.

5. Detail Riwayat Pendidikan

Masih dari Zippia, informasi soal pengalaman pendidikan saat di PAUD, TK, SD, SMP-mu tidak perlu diberitahukan di dalam CV. Fokus saja pada pendidikan terakhirmu. Misalnya, SMA atau SMK bagi kamu yang memutuskan untuk bekerja terlebih dulu sebelum kuliah.

Atau, jika kamu sudah menjadi sarjana, kamu cukup menyertakan gelar pendidikan, jurusan, nama kampusmu dan tahun kelulusanmu. Pendidikan terakhir yang dicantumkan sebaiknya disesuaikan dengan kriteria yang dicari oleh perusahaan.

Sumber : Beautynesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Tips Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Ramadhan, Puasa Tetap Sehat dan Aman!

Belakangan ini cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, hingga petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama bulan Ramadhan.  Kondisi ini bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan menjelang berbuka puasa hingga pelaksanaan ibadah tarawih. Agar tetap aman dan nyaman menjalani ibadah puasa, masyarakat perlu mengetahui cara menghadapi cuaca ekstrem dengan tepat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat menghadapi hujan lebat dan angin kencang selama Ramadhan. 1. Selalu Pantau Informasi Cuaca Langkah pertama yang penting dilakukan adalah memantau perkembangan cuaca setiap hari. Informasi prakiraan cuaca biasanya tersedia melalui aplikasi resmi, media sosial, atau situs lembaga meteorologi. Dengan mengetahui potensi hujan atau angin kencang sejak awal, masyarakat dapat merencanakan aktivitas seperti perjalanan pulang kerja, belanja kebutuhan berbuka, atau pergi ke masjid dengan lebih aman. 2. Siapkan Perlengkapan Hujan Saat musim hujan, me...

3 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Baca Buku Menurut Ilmu Psikologi

Membaca buku menjadi salah satu hobi yang cukup populer. Bukan hanya sebagai 'jendela ilmu', namun membaca buku bisa meningkatkan mood, ide me-time yang tenang dan menyenangkan, hingga menghibur untuk orang-orang yang suka dengan kegiatan yang satu ini. Tidak hanya itu saja, ternyata orang-orang yang suka membaca buku memiliki sejumlah ciri kepribadian yang unik menurut ilmu psikologi, lho. Penasaran seperti apa? Simak penjelasannya berikut ini. 1. Disiplin Ciri kepribadian yang pertama dari orang-orang yang hobi membaca buku yaitu disiplin. Alih-alih menghabiskan waktu di depan layar gadget dan terjebak doomscrolling di media sosial, orang yang suka membaca buku lebih memilih menggunakan waktunya untuk membaca buku. Terlebih, sikap disiplin ini tidak selalu mudah dilakukan, terutama di era digital dan ‘godaan’ untuk selalu menetap di media sosial dalam waktu lama. Selain itu, orang-orang yang dengan rutin membaca buku menyadari bahwa kegiatan ini sangat baik untuk kesehatan me...

7 Penyebab Wajah Terlihat Kusam dan Lelah

Pernah nggak sih kamu merasa wajah terlihat kusam, mata sembap, dan tampak lelah padahal aktivitasmu tidak terlalu berat? Bahkan, ada kalanya kamu sudah tidur cukup, tetapi tetap terlihat tidak segar saat bercermin. Ternyata, kondisi wajah terlihat lelah tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur saja. Dilansir dari Good Housekeeping dan Sheen Vein and Cosmetics, ada berbagai faktor lain yang bisa memengaruhi kondisi kulit wajah hingga terlihat kusam, pucat, dan tidak bercahaya. Menariknya, beberapa penyebab tersebut sering kali tidak disadari karena berasal dari kebiasaan sehari-hari. Jadi, kalau kamu sering bertanya-tanya kenapa wajah terlihat lelah, yuk kenali penyebabnya berikut ini! 1. Kurang Tidur dan Kualitas Tidur yang Buruk Penyebab wajah terlihat lelah adalah kurang tidur atau kualitas tidur yang tidak baik. Saat kamu tidur, tubuh melakukan proses regenerasi, termasuk memperbaiki sel-sel kulit. Jika waktu tidur kurang atau sering terbangun di malam hari, proses ini menjadi tid...