Langsung ke konten utama

4 Tips agar Anak Jadi Pribadi yang Suka Menolong dan Manfaatnya

Sejak dini, anak perlu mendapatkan berbagai nilai moral untuk dapat menjalani kehidupannya dengan baik. Salah satunya yang menjadi perhatian adalah membentuk pribadi anak yang suka menolong. Mengapa perlu menanamkan sikap positif ini kepada anak dan bagaimana mengajarkannya? Berikut ulasannya.

Kenapa perlu mengajarkan sikap suka menolong pada anak?

Menumbuhkan sikap suka menolong pada si Kecil penting dilakukan, baik itu kepada orangtua di rumah, guru di sekolah, maupun orang terdekat anak lainnya.

Pasalnya, sikap ini dapat memberikan dampak yang baik bagi kehidupan anak dan orang di sekelilingnya kelak.

Selain memberikan pengaruh positif tersebut, sikap tolong menolong juga dapat membantumengembangkan banyak keterampilan si Kecil.

Menurut Children’s Museum of Sonoma County, mengajarkan sikap suka menolong pada buah hati Anda dapat memberikan manfaat berikut ini.

  • Mendorong anak untuk tumbuh menjadi orang dewasa yang baik hati, perhatian, dan penuh kasih sayang.
  • Mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang kebutuhan orang lain dan sikap suka berbagi pada anak.
  • Membantu menanamkan sifat baik lainnya, seperti bertanggung jawab, jujur, tidak egois, dan menghormati orang lain.
  • Memupuk hubungan yang bermakna dengan orang di sekitarnya dan meningkatkan harga diri. 
  • Mengajarkan anak untuk bersyukur atas apa yang dimiliki serta menghargai sumber daya dan peluang yang mereka miliki.

Tips mengajari anak agar suka menolong

Orang yang suka menolong dijuluki dermawan, dan tentu sebagai orangtua Anda ingin anak memiliki sikap tersebut, bukan?

Namun, bagaimana agar si Kecil memiliki sikap tersebut? Jangan cemas, Anda bisa mengajari sikap suka menolong pada anak dengan tips berikut.

1. Jadilah panutan

Anak adalah peniru terbaik kedua orangtuanya. Artinya, si Kecil bisa mengembangkan sikap tolong menolong jika Anda juga berperilaku demikian.

Cobalah untuk menunjukkan perilaku murah hati dan sikap rendah hati pada anak. Tunjukkan kepada anak-anak betapa bersemangatnya Anda dalam menolong orang lain.

Anda dapat menunjukkan sikap ini dalam berbagai cara seperti berikut.

  • Menawarkan bantuan ketika anggota keluarga (anak, ibu, atau kakak) dalam kesulitan, Misalnya dengan bertanya, “Nak, mau Ayah bantu bereskan mainannya?”.
  • Ajak anak untuk berdonasi dalam bentuk uang, makanan, pakaian, atau kebutuhan sehari-hari ke yayasan, panti asuhan, atau sekadar mengisi kotak amal di tempat ibadah.
  • Memberi makanan kucing liar yang kelaparan atau mengunjungi kebun binatang dan memberi mereka makan.

2. Bicarakan dari hati ke hati

Selain dengan sikap, Anda juga perlu memberikan pemahaman tentang segala kebaikan yang akan didapat anak jika ia suka menolong orang lain. 

Misalnya, “Tadi, ada kucing yang kelaparan di depan rumah. Menurut Adik, supaya kucingnya nggak kelaparan lagi, kita harus apa?”

Cobalah memulai percakapan tentang membantu orang lain ketika Anda berada di dalam mobil, saat makan malam, atau selama rutinitas sebelum tidur.

Memberikan pemahaman mengenai indahnya sikap tolong-menolong bisa meningkatkan empati dalam diri anak.

3. Biarkan anak memilih caranya membantu orang lain

Menolong orang lain tentu bisa membuat mereka senang. Perasaan ini tidak hanya dirasakan oleh orang tersebut, tapi juga anak Anda yang telah menolongnya.

Supaya jadi lebih menyenangkan dan memotivasinya, cobalah untuk membiarkan anak memilih caranya sendiri untuk menolong orang lain. 

Anda bisa memberikan mereka pilihan, seperti membantu orangtua membersihkan halaman, menjadi relawan, atau donatur dengan uang tabungan yang ia kumpulkan sendiri.

Lama kelamaan, ia akan terbiasa untuk menolong orang lain tanpa perlu Anda ajari atau ingatkan kembali.

4. Buat tradisi

Anak bisa menjadi pribadi yang suka menolong jika ia terbiasa bersikap demikian.

Oleh karenanya, orangtua perlu membuat sebuah tradisi atau kegiatan rutin yang bisa meningkatkan rasa empati anak. 

Anda dan keluarga bisa melakukan kunjungan rutin ke panti asuhan dan memberi mereka barang-barang yang dibutuhkan.

Bisa juga dengan menjadi donatur secara rutin bersama anak ke sekolah relawan.

Nah, itulah manfaatnya menerapkan sikap suka menolong terhadap perkembangan anak sekaligus tips dalam membangun kebiasaan tersebut. 

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda sehingga pendekatan yang dilakukan orangtua agar anaknya jadi suka menolong pun bisa berbeda.

Jika kesulitan, jangan ragu untuk meminta bantuan psikolog anak.

Sumber : Hello Sehat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Tips Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Ramadhan, Puasa Tetap Sehat dan Aman!

Belakangan ini cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, hingga petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama bulan Ramadhan.  Kondisi ini bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan menjelang berbuka puasa hingga pelaksanaan ibadah tarawih. Agar tetap aman dan nyaman menjalani ibadah puasa, masyarakat perlu mengetahui cara menghadapi cuaca ekstrem dengan tepat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat menghadapi hujan lebat dan angin kencang selama Ramadhan. 1. Selalu Pantau Informasi Cuaca Langkah pertama yang penting dilakukan adalah memantau perkembangan cuaca setiap hari. Informasi prakiraan cuaca biasanya tersedia melalui aplikasi resmi, media sosial, atau situs lembaga meteorologi. Dengan mengetahui potensi hujan atau angin kencang sejak awal, masyarakat dapat merencanakan aktivitas seperti perjalanan pulang kerja, belanja kebutuhan berbuka, atau pergi ke masjid dengan lebih aman. 2. Siapkan Perlengkapan Hujan Saat musim hujan, me...

5 Rahasia Kerja Produktif, Sederhana Tapi Sering Dilupakan

Di tengah rutinitas kerja yang padat, banyak orang yang merasa terjebak dan merasa harus terus produktif. Bahkan, tidak sedikit yang sibuk mencari cara rumit untuk meningkatkan kinerja. Mulai dari mengikuti pelatihan, mencoba aplikasi manajemen waktu, hingga merombak jadwal kerja.  Padahal, seringkali solusi sederhana justru lebih efektif untuk menjaga fokus, menghemat energi, dan membuat pekerjaan terasa lebih ringan.  Langkah kecil ini justru sering diabaikan. Jika dilakukan konsisten, hasilnya bisa jauh lebih terasa dibandingkan strategi yang rumit. Apa saja rahasia sederhana untuk kerja lebih produktif? yuk, simak selengkapnya di bawah ini ya!  1. Mulai Hari dengan Prioritas yang Jelas Bekerja tanpa arah sama seperti berlayar tanpa kompas. Salah satu rahasia sederhana untuk produktif adalah menentukan prioritas sebelum mulai bekerja. Luangkan waktu 5–10 menit di pagi hari untuk membuat daftar tugas yang harus diselesaikan. Urutkan dari yang paling penting dan mendesak...

4 Cara Agar Tetap Fokus Mencapai Tujuan

Banyak orang yang memiliki tujuan hidup tertentu namun selalu mendapat gangguan dan akhirnya menunda semua rencana itu. Faktor di dalam diri maupun dari luar dapat membuat kamu menunda atau bahkan membatalkan rencana kamu dalam hidup, ditambah lagi dengan kondisi saat ini dengan mewabahnya Covid-19 yang membuat banyak orang menunda banyak hal. Itu semua terjadi karena kamu kurang fokus terhadap rencana tersebut dan membiarkan segala gangguan menggagalkan rencana kamu. Rasa malas bisa saja berasal dari otak kamu. Penelitian menunjukkan bahwa di waktu luang kita sering tidak melakukan apa yang kita sebenarnya harus kita nikmati. Otak kamu tidak ingin membuang-buang energi, itu menjadikan kamu malas. Masalahnya, dunia tidak malas, hari-hari terus berjalan saat kamu sedang bermalas-malasan. Semuanya seakan menuntut perhatian kita. kamu ingin membuat rencana dan menindaklanjuti atau mencapai tujuan tanpa gangguan tetapi sekitar kamu tampaknya kompak untuk menahan itu semua. Namun itu semua ...