Langsung ke konten utama

8 Cara Mengatasi Obesitas, Gaya Hidup hingga Pengobatan

Menurunkan berat badan mungkin hal yang sulit dilakukan, tapi obesitas tetap bisa diatasi. Upaya mengatasi obesitas lebih dari sekadar menghilangkan lemak berlebih, cara ini juga bisa memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat secara jangka panjang. Bukan hanya berat badan yang kembali ideal, tapi kualitas hidup Anda pun akan lebih baik dan terhindar dari risiko penyakit serius. Kasus obesitas terus meningkat dari tahun ke tahun, di berbagai belahan dunia. Hal ini menjadi perhatian banyak ahli kesehatan karena meningkatnya obesitas berarti menaikkan risiko kasus penyakit jantung, diabetes, stroke, dan gangguan imun. Namun, obesitas bukanlah penyakit tanpa obat penawar. Kondisi kegemukan ini bisa diatasi dari perubahan gaya hidup hingga pengobatan medis pendukung. Anda yang memiliki obesitas tak perlu khawatir dengan banyaknya tantangan dalam menurunkan berat badan. Beberapa langkah mengatasi obesitas berikut bisa dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sampai Anda memiliki berat ba...

4 Cara Menyapih Anak yang Tepat dan Efektif

Tidak sedikit orang tua yang merasa kesulitan saat menyapih buah hatinya. Nah, ada beberapa cara menyapih anak yang bisa Bunda coba lakukan. Dengan begitu, Si Kecil akan merasa nyaman sehingga proses menyapih pun dapat berjalan lancar.

Sebenarnya, tidak ada patokan waktu atau usia yang tepat untuk menyapih anak. Namun, WHO merekomendasikan waktu terbaik untuk menyapih anak adalah saat usianya menginjak 2 tahun.

Alasannya, karena pemberian ASI eksklusif pada 2 tahun pertama kehidupan anak, sangat baik untuk menunjang dan mengoptimalkan pertumbuhannya.

Bunda bisa mulai menerapkan cara menyapih anak ketika tanda kesiapan Si Kecil untuk disapih telah muncul. Nah, berikut ini adalah panduan cara menyapih anak yang bisa Bunda terapkan:

1. Kurangi secara perlahan

Cara menyapih anak yang pertama adalah mengurangi frekuensi dan durasi menyusui. Misalnya, bila Si Kecil biasa menyusu sebanyak 5 kali sehari, kurangi menjadi 4 kali sehari dan kurangi terus secara bertahap hingga ia berhenti menyusu.

Demikian pula dengan lamanya durasi menyusu. Jika sekali menyusu bisa mencapai 30 menit, kurangi menjadi 20 menit dan terus kurangi secara bertahap. Dengan begitu, Si Kecil akan beradaptasi dan Bunda terhindar dari radang payudara akibat berhenti menyusui secara tiba-tiba.

2. Hentikan menyusui di siang hari

Cara menyapih anak juga bisa dimulai secara bertahap dengan berhenti menyusuinya di siang hari. Bunda bisa mengalihkan perhatiannya ke makanan padat yang disukai Si Kecil. Saat malam tiba, Bunda bisa kembali memberikan ASI kepada Si Kecil.

3. Berikan makanan pengganti di malam hari

Jika Si Kecil mulai terbiasa untuk tidak menyusu di siang hari, Bunda bisa menerapkan hal yang sama begitu malam tiba. Namun, tetap lakukan secara bertahap agar ia tidak merasa kehilangan atau bahkan stres.

Cara menyapih anak di malam hari bisa dilakukan dengan memberikan anak makanan ringan, seperti yoghurt buah atau biskuit kesukaannya menjelang waktu tidur. Ini dapat membuatnya merasa kenyang dan tidak ingin menyusu.

Setelah memberikan makanan, Bunda juga bisa mengalihkan perhatiannya dengan melakukan aktivitas yang bisa membuatnya tertidur, seperti membacakan buku cerita.

4. Berikan susu melalui botol atau cangkir

Coba berikan susu melalui botol dan kurangi pemberian ASI secara langsung. Bunda bisa menjelaskan kepada Si Kecil bahwa ketika sudah besar, ia harus mulai minum susu dengan menggunakan gelas.

Sebagian ibu menyusui ada yang memutuskan untuk menyapih anak lebih awal, yaitu ketika anak telah berusia 1 tahun lebih. Hal ini biasanya dikarenakan alasan mendesak, seperti pekerjaan atau alasan medis tertentu.

Namun, Bunda tidak perlu berkecil hati. Bunda tetap bisa mencukupi kebutuhan gizi Si Kecil dengan memberikannya makanan bergizi dan susu pengganti ASI, seperti susu sapi.

Jika sudah menerapkan cara menyapih anak seperti di atas, tetapi Si Kecil tetap menyusui lebih dari 2 tahun, Bunda tak perlu khawatir. Menyusui lebih dari 2 tahun atau extended breastfeeding tetap membawa manfaat, kok.

Sumber : AloDokter

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Tips Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Ramadhan, Puasa Tetap Sehat dan Aman!

Belakangan ini cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, hingga petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama bulan Ramadhan.  Kondisi ini bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan menjelang berbuka puasa hingga pelaksanaan ibadah tarawih. Agar tetap aman dan nyaman menjalani ibadah puasa, masyarakat perlu mengetahui cara menghadapi cuaca ekstrem dengan tepat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat menghadapi hujan lebat dan angin kencang selama Ramadhan. 1. Selalu Pantau Informasi Cuaca Langkah pertama yang penting dilakukan adalah memantau perkembangan cuaca setiap hari. Informasi prakiraan cuaca biasanya tersedia melalui aplikasi resmi, media sosial, atau situs lembaga meteorologi. Dengan mengetahui potensi hujan atau angin kencang sejak awal, masyarakat dapat merencanakan aktivitas seperti perjalanan pulang kerja, belanja kebutuhan berbuka, atau pergi ke masjid dengan lebih aman. 2. Siapkan Perlengkapan Hujan Saat musim hujan, me...

3 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Baca Buku Menurut Ilmu Psikologi

Membaca buku menjadi salah satu hobi yang cukup populer. Bukan hanya sebagai 'jendela ilmu', namun membaca buku bisa meningkatkan mood, ide me-time yang tenang dan menyenangkan, hingga menghibur untuk orang-orang yang suka dengan kegiatan yang satu ini. Tidak hanya itu saja, ternyata orang-orang yang suka membaca buku memiliki sejumlah ciri kepribadian yang unik menurut ilmu psikologi, lho. Penasaran seperti apa? Simak penjelasannya berikut ini. 1. Disiplin Ciri kepribadian yang pertama dari orang-orang yang hobi membaca buku yaitu disiplin. Alih-alih menghabiskan waktu di depan layar gadget dan terjebak doomscrolling di media sosial, orang yang suka membaca buku lebih memilih menggunakan waktunya untuk membaca buku. Terlebih, sikap disiplin ini tidak selalu mudah dilakukan, terutama di era digital dan ‘godaan’ untuk selalu menetap di media sosial dalam waktu lama. Selain itu, orang-orang yang dengan rutin membaca buku menyadari bahwa kegiatan ini sangat baik untuk kesehatan me...

7 Penyebab Wajah Terlihat Kusam dan Lelah

Pernah nggak sih kamu merasa wajah terlihat kusam, mata sembap, dan tampak lelah padahal aktivitasmu tidak terlalu berat? Bahkan, ada kalanya kamu sudah tidur cukup, tetapi tetap terlihat tidak segar saat bercermin. Ternyata, kondisi wajah terlihat lelah tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur saja. Dilansir dari Good Housekeeping dan Sheen Vein and Cosmetics, ada berbagai faktor lain yang bisa memengaruhi kondisi kulit wajah hingga terlihat kusam, pucat, dan tidak bercahaya. Menariknya, beberapa penyebab tersebut sering kali tidak disadari karena berasal dari kebiasaan sehari-hari. Jadi, kalau kamu sering bertanya-tanya kenapa wajah terlihat lelah, yuk kenali penyebabnya berikut ini! 1. Kurang Tidur dan Kualitas Tidur yang Buruk Penyebab wajah terlihat lelah adalah kurang tidur atau kualitas tidur yang tidak baik. Saat kamu tidur, tubuh melakukan proses regenerasi, termasuk memperbaiki sel-sel kulit. Jika waktu tidur kurang atau sering terbangun di malam hari, proses ini menjadi tid...