Langsung ke konten utama

4 Cara Menyapih Anak yang Tepat dan Efektif

Tidak sedikit orang tua yang merasa kesulitan saat menyapih buah hatinya. Nah, ada beberapa cara menyapih anak yang bisa Bunda coba lakukan. Dengan begitu, Si Kecil akan merasa nyaman sehingga proses menyapih pun dapat berjalan lancar.

Sebenarnya, tidak ada patokan waktu atau usia yang tepat untuk menyapih anak. Namun, WHO merekomendasikan waktu terbaik untuk menyapih anak adalah saat usianya menginjak 2 tahun.

Alasannya, karena pemberian ASI eksklusif pada 2 tahun pertama kehidupan anak, sangat baik untuk menunjang dan mengoptimalkan pertumbuhannya.

Bunda bisa mulai menerapkan cara menyapih anak ketika tanda kesiapan Si Kecil untuk disapih telah muncul. Nah, berikut ini adalah panduan cara menyapih anak yang bisa Bunda terapkan:

1. Kurangi secara perlahan

Cara menyapih anak yang pertama adalah mengurangi frekuensi dan durasi menyusui. Misalnya, bila Si Kecil biasa menyusu sebanyak 5 kali sehari, kurangi menjadi 4 kali sehari dan kurangi terus secara bertahap hingga ia berhenti menyusu.

Demikian pula dengan lamanya durasi menyusu. Jika sekali menyusu bisa mencapai 30 menit, kurangi menjadi 20 menit dan terus kurangi secara bertahap. Dengan begitu, Si Kecil akan beradaptasi dan Bunda terhindar dari radang payudara akibat berhenti menyusui secara tiba-tiba.

2. Hentikan menyusui di siang hari

Cara menyapih anak juga bisa dimulai secara bertahap dengan berhenti menyusuinya di siang hari. Bunda bisa mengalihkan perhatiannya ke makanan padat yang disukai Si Kecil. Saat malam tiba, Bunda bisa kembali memberikan ASI kepada Si Kecil.

3. Berikan makanan pengganti di malam hari

Jika Si Kecil mulai terbiasa untuk tidak menyusu di siang hari, Bunda bisa menerapkan hal yang sama begitu malam tiba. Namun, tetap lakukan secara bertahap agar ia tidak merasa kehilangan atau bahkan stres.

Cara menyapih anak di malam hari bisa dilakukan dengan memberikan anak makanan ringan, seperti yoghurt buah atau biskuit kesukaannya menjelang waktu tidur. Ini dapat membuatnya merasa kenyang dan tidak ingin menyusu.

Setelah memberikan makanan, Bunda juga bisa mengalihkan perhatiannya dengan melakukan aktivitas yang bisa membuatnya tertidur, seperti membacakan buku cerita.

4. Berikan susu melalui botol atau cangkir

Coba berikan susu melalui botol dan kurangi pemberian ASI secara langsung. Bunda bisa menjelaskan kepada Si Kecil bahwa ketika sudah besar, ia harus mulai minum susu dengan menggunakan gelas.

Sebagian ibu menyusui ada yang memutuskan untuk menyapih anak lebih awal, yaitu ketika anak telah berusia 1 tahun lebih. Hal ini biasanya dikarenakan alasan mendesak, seperti pekerjaan atau alasan medis tertentu.

Namun, Bunda tidak perlu berkecil hati. Bunda tetap bisa mencukupi kebutuhan gizi Si Kecil dengan memberikannya makanan bergizi dan susu pengganti ASI, seperti susu sapi.

Jika sudah menerapkan cara menyapih anak seperti di atas, tetapi Si Kecil tetap menyusui lebih dari 2 tahun, Bunda tak perlu khawatir. Menyusui lebih dari 2 tahun atau extended breastfeeding tetap membawa manfaat, kok.

Sumber : AloDokter

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Tips Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Ramadhan, Puasa Tetap Sehat dan Aman!

Belakangan ini cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, hingga petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama bulan Ramadhan.  Kondisi ini bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan menjelang berbuka puasa hingga pelaksanaan ibadah tarawih. Agar tetap aman dan nyaman menjalani ibadah puasa, masyarakat perlu mengetahui cara menghadapi cuaca ekstrem dengan tepat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat menghadapi hujan lebat dan angin kencang selama Ramadhan. 1. Selalu Pantau Informasi Cuaca Langkah pertama yang penting dilakukan adalah memantau perkembangan cuaca setiap hari. Informasi prakiraan cuaca biasanya tersedia melalui aplikasi resmi, media sosial, atau situs lembaga meteorologi. Dengan mengetahui potensi hujan atau angin kencang sejak awal, masyarakat dapat merencanakan aktivitas seperti perjalanan pulang kerja, belanja kebutuhan berbuka, atau pergi ke masjid dengan lebih aman. 2. Siapkan Perlengkapan Hujan Saat musim hujan, me...

5 Rahasia Kerja Produktif, Sederhana Tapi Sering Dilupakan

Di tengah rutinitas kerja yang padat, banyak orang yang merasa terjebak dan merasa harus terus produktif. Bahkan, tidak sedikit yang sibuk mencari cara rumit untuk meningkatkan kinerja. Mulai dari mengikuti pelatihan, mencoba aplikasi manajemen waktu, hingga merombak jadwal kerja.  Padahal, seringkali solusi sederhana justru lebih efektif untuk menjaga fokus, menghemat energi, dan membuat pekerjaan terasa lebih ringan.  Langkah kecil ini justru sering diabaikan. Jika dilakukan konsisten, hasilnya bisa jauh lebih terasa dibandingkan strategi yang rumit. Apa saja rahasia sederhana untuk kerja lebih produktif? yuk, simak selengkapnya di bawah ini ya!  1. Mulai Hari dengan Prioritas yang Jelas Bekerja tanpa arah sama seperti berlayar tanpa kompas. Salah satu rahasia sederhana untuk produktif adalah menentukan prioritas sebelum mulai bekerja. Luangkan waktu 5–10 menit di pagi hari untuk membuat daftar tugas yang harus diselesaikan. Urutkan dari yang paling penting dan mendesak...

4 Cara Agar Tetap Fokus Mencapai Tujuan

Banyak orang yang memiliki tujuan hidup tertentu namun selalu mendapat gangguan dan akhirnya menunda semua rencana itu. Faktor di dalam diri maupun dari luar dapat membuat kamu menunda atau bahkan membatalkan rencana kamu dalam hidup, ditambah lagi dengan kondisi saat ini dengan mewabahnya Covid-19 yang membuat banyak orang menunda banyak hal. Itu semua terjadi karena kamu kurang fokus terhadap rencana tersebut dan membiarkan segala gangguan menggagalkan rencana kamu. Rasa malas bisa saja berasal dari otak kamu. Penelitian menunjukkan bahwa di waktu luang kita sering tidak melakukan apa yang kita sebenarnya harus kita nikmati. Otak kamu tidak ingin membuang-buang energi, itu menjadikan kamu malas. Masalahnya, dunia tidak malas, hari-hari terus berjalan saat kamu sedang bermalas-malasan. Semuanya seakan menuntut perhatian kita. kamu ingin membuat rencana dan menindaklanjuti atau mencapai tujuan tanpa gangguan tetapi sekitar kamu tampaknya kompak untuk menahan itu semua. Namun itu semua ...