Langsung ke konten utama

5 Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Hari Pertama Masuk Kerja

Lulus dalam proses seleksi rekrutmen kerja bukanlah akhir dari segalanya. Pasalnya, momentum saat mulai bekerjalah justru menjadi tantangan tersendiri khususnya bagi mereka yang pertama kali terjun dalam dunia kerja. Setelah melakukan tanda tangan kontrak, umumnya HRD akan menanyakan kesiapan kapan kamu bisa mulai bekerja ke kantor. 

Hari pertama masuk kerja tentunya jadi hari yang ditunggu-tunggu bagi para fresh graduate. Karena di hari inilah, kamu akan dihadapkan pada realita dan atmosfer dunia kerja yang selama ini mungkin belum pernah kamu rasakan. 

Tak jarang, perasaan canggung dan grogi bisa saja menyelimuti kamu saat menunggu hari itu datang. Oleh karenanya, hari pertama kerja jadi hari penting yang perlu disukseskan agar menjadi hari yang berkesan.

Banyak dari fresh graduate yang masih kebingungan apa saja hal yang harus mereka perhatikan saat hari pertama masuk kerja. Berikut ini ada 5 hal yang setidaknya perlu kamu perhatikan saat masuk kantor baru, diantaranya.

1. Perkenalan

Masuk ke lingkungan dan suasana baru tentunya menjadi tantangan sendiri bagi mereka yang baru saja masuk pada hari pertama kerja. Untuk mengatasi hal ini, kamu perlu bersikap santai namun tetap tunjukkan rasa antusias agar tidak terlalu kaku.

Biasanya di hari pertama masuk kerja, HRD akan mengajakmu untuk berkeliling kantor untuk pengenalan dengan karyawan seisi perusahaan, hingga pembagian departemen serta ruangan kerja. 

Agar mendapat kesan baik, kamu perlu beradaptasi baik dengan pihak internal maupun eksternal di kantor barumu. Cobalah untuk melempar senyum saat berpapasan dengan karyawan yang bekerja di kantor tersebut.

Hal penting yang tidak boleh kamu lewatkan adalah memperkenalkan diri. Perkenalkan dirimu saat HRD atau atasan memberikan waktu bagi kamu untuk memperkenalkan diri. Atau kamu juga bisa berkenalan secara pribadi dengan rekan-rekan kerjamu.

2. Membaca Budaya Kerja dan Pola Komunikasi

Setiap perusahaan tentunya memiliki budaya kerja atau kultur yang menjadi pedoman berpikir dan berperilaku bagi seluruh karyawannya.  Budaya ini biasanya tercermin dari kinerja para pegawainya serta citra yang terbentuk di masyarakat atas perusahaan tersebut. 

Selain melakukan perkenalan diri, kamu juga perlu membaca budaya kerja dan pola komunikasi yang diterapkan di perusahaan tersebut. Kamu juga bisa bertanya secara lebih detail pada HRD atau atasanmu mengenai hal ini. 

Tak hanya mengenali budaya kerja, kamu juga perlu memahami pola komunikasi yang dibangun khususnya dalam tim kamu. Kenalilah bagaimana rekan kerja berkomunikasi dengan atasan via tatap muka maupun telepon. Apakah menggunakan bahasa casual atau fomal?

Cari tahu juga aplikasi apa yang paling sering digunakan saat meeting online, pelajari sebaik mungkin dalam penggunaannya. Lalu perhatikan orang-orang yang sering menghadiri meeting bersamamu, dan yang namanya sering tercantum dalam e-mail atau informasi lain yang kamu terima. Cobalah untuk mengenali peranan mereka dalam pekerjaanmu.

3. Workflow Kerja

Sebagai karyawan baru, tentunya masih asing dengan workflow kerja di kantor dan tim baru. Untuk memahami lebih dalam mengenai alur kerja, kamu bisa bertanya secara langsung pada atasan atau rekan divisi.

Catatlah poin-poin penting terkait hal-hal yang perlu kamu persiapkan dan pelajari serta tanyakan juga bagaimana speed (kecepatan) dalam bekerja yang diharapkan oleh atasanmu. Mengingat kamu karyawan baru di kantor, tidak ada salahnya untuk meminta bimbingan pada rekan satu divisi atau atasanmu jika suatu waktu kamu masih mengalami kebingungan saat menyelesaikan pekerjaan.

Umumnya, karyawan baru butuh waktu sekitar 6 bulan hingga 1 tahun untuk beradaptasi dengan alur kerja di tempat baru. Meski butuh waktu yang lama, tetap percaya dirilah dalam meng-improve skill yang kamu miliki agar mendapatkan performa terbaik dalam pekerjaan tersebut.

4. Time Management

Bekerja pada dasarnya adalah aktivitas yang menuntut kita untuk menyelesaikan segudang tugas dan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. Oleh karenanya, seorang karyawan perlu memiliki manajemen waktu yang baik agar bisa mengerjakan tugas secara tepat waktu.

Salah satu alasan pentingnya time management adalah kita bertanggung jawab atas tugas-tugas atau pekerjaan yang kita punya dengan mengerjakannya tepat waktu. Selain itu, kita bertanggung jawab dengan waktu yang kita punya bahwa kamu memanfaatkan waktu tersebut dengan baik.

Mengingat pentingnya time management saat bekerja, sehingga kamu perlu mengasahnya dengan baik. Dengan memiliki manajemen waktu yang baik, kita bisa meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan produktivitas kita. Serta, bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

5. Manajemen Stress

Setiap pekerjaan tentunya memiliki beban kerjanya tersendiri. Terlebih bagi kamu yang baru saja beradaptasi dengan alur kerja di tempat baru. Tidak jarang banyak karyawan baru yang merasakan stress akibat beban kerja yang terlalu berat. Untuk mengatasi hal ini, kamu perlu mempersiapkan hal-hal yang kamu lakukan untuk mengelola stress di tempat kerja.

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan melakukan aktivitas favoritmu saat istirahat kerja misalnya membaca buku maupun bermain game. Ingatlah bahwa untuk melakukannya, kamu perlu memiliki time management yang baik agar tugas yang kamu kerjakan bisa selesai sebelum deadline berakhir.

Selain itu, kamu juga bisa sharing pada bagian HRD terkait kesulitan yang kamu rasakan saat bekerja jika memang sudah tidak bisa diatasi. HRD profesional tentu akan membantumu untuk mengidentifikasi penyebab stress yang kamu rasakan. Dalam hal ini, mereka juga mendapatkan masukan terkait program yang perlu diterapkan di kantor untuk meminimalisir tingkat stress karyawan di tempat kerja.

Sumber : Waktoo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Tips Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Ramadhan, Puasa Tetap Sehat dan Aman!

Belakangan ini cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, hingga petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama bulan Ramadhan.  Kondisi ini bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan menjelang berbuka puasa hingga pelaksanaan ibadah tarawih. Agar tetap aman dan nyaman menjalani ibadah puasa, masyarakat perlu mengetahui cara menghadapi cuaca ekstrem dengan tepat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat menghadapi hujan lebat dan angin kencang selama Ramadhan. 1. Selalu Pantau Informasi Cuaca Langkah pertama yang penting dilakukan adalah memantau perkembangan cuaca setiap hari. Informasi prakiraan cuaca biasanya tersedia melalui aplikasi resmi, media sosial, atau situs lembaga meteorologi. Dengan mengetahui potensi hujan atau angin kencang sejak awal, masyarakat dapat merencanakan aktivitas seperti perjalanan pulang kerja, belanja kebutuhan berbuka, atau pergi ke masjid dengan lebih aman. 2. Siapkan Perlengkapan Hujan Saat musim hujan, me...

5 Rahasia Kerja Produktif, Sederhana Tapi Sering Dilupakan

Di tengah rutinitas kerja yang padat, banyak orang yang merasa terjebak dan merasa harus terus produktif. Bahkan, tidak sedikit yang sibuk mencari cara rumit untuk meningkatkan kinerja. Mulai dari mengikuti pelatihan, mencoba aplikasi manajemen waktu, hingga merombak jadwal kerja.  Padahal, seringkali solusi sederhana justru lebih efektif untuk menjaga fokus, menghemat energi, dan membuat pekerjaan terasa lebih ringan.  Langkah kecil ini justru sering diabaikan. Jika dilakukan konsisten, hasilnya bisa jauh lebih terasa dibandingkan strategi yang rumit. Apa saja rahasia sederhana untuk kerja lebih produktif? yuk, simak selengkapnya di bawah ini ya!  1. Mulai Hari dengan Prioritas yang Jelas Bekerja tanpa arah sama seperti berlayar tanpa kompas. Salah satu rahasia sederhana untuk produktif adalah menentukan prioritas sebelum mulai bekerja. Luangkan waktu 5–10 menit di pagi hari untuk membuat daftar tugas yang harus diselesaikan. Urutkan dari yang paling penting dan mendesak...

4 Cara Agar Tetap Fokus Mencapai Tujuan

Banyak orang yang memiliki tujuan hidup tertentu namun selalu mendapat gangguan dan akhirnya menunda semua rencana itu. Faktor di dalam diri maupun dari luar dapat membuat kamu menunda atau bahkan membatalkan rencana kamu dalam hidup, ditambah lagi dengan kondisi saat ini dengan mewabahnya Covid-19 yang membuat banyak orang menunda banyak hal. Itu semua terjadi karena kamu kurang fokus terhadap rencana tersebut dan membiarkan segala gangguan menggagalkan rencana kamu. Rasa malas bisa saja berasal dari otak kamu. Penelitian menunjukkan bahwa di waktu luang kita sering tidak melakukan apa yang kita sebenarnya harus kita nikmati. Otak kamu tidak ingin membuang-buang energi, itu menjadikan kamu malas. Masalahnya, dunia tidak malas, hari-hari terus berjalan saat kamu sedang bermalas-malasan. Semuanya seakan menuntut perhatian kita. kamu ingin membuat rencana dan menindaklanjuti atau mencapai tujuan tanpa gangguan tetapi sekitar kamu tampaknya kompak untuk menahan itu semua. Namun itu semua ...