Langsung ke konten utama

8 Cara Mengatasi Obesitas, Gaya Hidup hingga Pengobatan

Menurunkan berat badan mungkin hal yang sulit dilakukan, tapi obesitas tetap bisa diatasi. Upaya mengatasi obesitas lebih dari sekadar menghilangkan lemak berlebih, cara ini juga bisa memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat secara jangka panjang. Bukan hanya berat badan yang kembali ideal, tapi kualitas hidup Anda pun akan lebih baik dan terhindar dari risiko penyakit serius. Kasus obesitas terus meningkat dari tahun ke tahun, di berbagai belahan dunia. Hal ini menjadi perhatian banyak ahli kesehatan karena meningkatnya obesitas berarti menaikkan risiko kasus penyakit jantung, diabetes, stroke, dan gangguan imun. Namun, obesitas bukanlah penyakit tanpa obat penawar. Kondisi kegemukan ini bisa diatasi dari perubahan gaya hidup hingga pengobatan medis pendukung. Anda yang memiliki obesitas tak perlu khawatir dengan banyaknya tantangan dalam menurunkan berat badan. Beberapa langkah mengatasi obesitas berikut bisa dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sampai Anda memiliki berat ba...

8 Cara Efektif agar Memiliki Sistem Pernapasan yang Baik

Dengan menghindari polusi, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, dan menerapkan pola hidup sehat, kamu dapat menjaga sistem pernapasan tetap sehat.

Salah satu langkah efektif dalam upaya memelihara kesehatan tubuh adalah melindungi dan menjaga kesehatan sistem pernapasan.  Memelihara organ pernapasan seperti paru-paru sama pentingnya dengan menjaga kesehatan sendi, jantung, dan organ vital lainnya. Jika tidak dijaga dengan baik, kerusakan sistem pernapasan membuat kamu kesulitan bernapas.

Guna menunjang fungsi penting sistem pernapasan, berikut ini beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk menjaga agar sistem pernapasan tetap sehat :

1. Jangan Merokok atau Berhenti Merokok

Merokok bukan hanya meningkatkan risiko kanker paru-paru saja, tetapi juga fibrosis paru idiopatik, dan asma. Merokok juga dapat meningkatkan intensitas gejala penyakit yang sudah dialami. Setiap merokok, ribuan bahan kimia masuk ke dalam paru-paru, termasuk tar, nikotin, dan karbon monoksida. Bahan-bahan kimia tersebut masuk ke dalam paru-paru, dan merusak organ penting tersebut.

Sejumlah bahan kimia akan meningkatkan lendir dalam paru-paru, menyulitkan organ tersebut untuk membersihkan diri, dan mengiritasi jaringan penting di dalamnya.

Akibatnya, saluran udara perlahan akan menyempit, dan membuat seseorang kesulitan bernapas. Merokok juga menyebabkan paru-paru menua lebih cepat daripada seharusnya. Sebelum telat, sebaiknya hentikan sekarang juga.

2. Latihan Pernapasan

Selain berhenti merokok, berolahraga secara teratur menjadi langkah efektif untuk kesehatan paru-paru seseorang. Saat berolahraga, jantung berdetak lebih cepat dan paru-paru bekerja lebih keras. Oksigen dalam jumlah yang banyak dibutuhkan tubuh untuk mengisi bahan bakar otot. Paru-paru meningkatkan aktivitasnya untuk mengirimkan oksigen sambil mengeluarkan karbon dioksida dari dalam tubuh.

Jika sebelumnya pernapasan hanya 15 kali per menit, saat berolahraga seseorang akan bernapas sebanyak 40-60 kali per menit. Salah satu jenis olahraga yang disarankan adalah senam aerobik. Senam ini dapat memicu kontraksi otot-otot di antara tulang rusuk, dan memicu organ paru-paru bekerja lebih cepat dapat menukar oksigen dan karbon dioksida. 

3. Hindari Paparan Polutan

Paparan polutan di udara menjadi salah satu penyebab rusaknya organ paru-paru, sekaligus mempercepat penuaan. Saat berusia muda, paru-paru dengan mudah melawan berbagai polutan yang masuk. Namun, paru-paru akan kehilangan kekuatannya seiring dengan bertambahnya usia. Akibatnya, paru-paru lebih rentan mengalami infeksi.

Berikut ini berbagai jenis polutan yang dapat menghambat sistem kerja paru-paru manusia:

  • Asap rokok.
  • Debu dan kotoran.
  • Asap knalpot kendaraan.
  • Limbah industri.

4. Mencegah Infeksi 

Infeksi yang menyerang organ paru-paru perlahan dapat menurunkan kinerja organ penting tersebut. Bagi seseorang yang memiliki riwayat Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), mereka sangat rentan terkena infeksi baru. Hal yang sama berisiko pada lansia. Berikut ini beberapa langkah yang efektif dilakukan guna mencegah terjadinya serangan infeksi pada paru-paru:

  • Rajin mencuci tangan.
  • Minum banyak air putih.
  • Konsumsi makanan sehat bergizi seimbang.
  • Melakukan vaksinasi.

5. Minum Air Putih yang Cukup

Tahukah kamu bahwa dehidrasi dapat memengaruhi kesehatan sistem pernapasan? Kurangnya cairan tubuh dapat membuat lendir di saluran pernapasan menjadi kental, sehingga menghambat proses pernapasan. Pastikan kamu minum air putih minimal 8 gelas sehari untuk menjaga kelembapan saluran pernapasan dan membantu mengeluarkan racun dari tubuh.

6. Istirahat yang Cukup

Tidur yang cukup dan berkualitas membantu tubuh memperbaiki sel-sel yang rusak, termasuk sel-sel pada sistem pernapasan. Kurang tidur dapat melemahkan sistem imun, membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan. Usahakan untuk tidur 7-9 jam setiap malam agar tubuh tetap sehat dan bugar.

7. Konsumsi Makanan Sehat

Makanan bergizi memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan sistem pernapasan. Perbanyak konsumsi buah dan sayur yang kaya antioksidan, seperti jeruk, apel, brokoli, dan bayam. Antioksidan membantu melindungi paru-paru dari radikal bebas dan peradangan. Selain itu, hindari makanan yang dapat memicu alergi atau iritasi saluran pernapasan, seperti makanan berminyak atau mengandung pengawet.

8. Jaga Kebersihan Lingkungan

Lingkungan yang bersih dapat mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan. Pastikan rumah dan ruangan kerja bebas dari debu, jamur, dan tungau. Gunakan pembersih udara (air purifier) jika diperlukan, dan pastikan sirkulasi udara di dalam ruangan lancar. Selain itu, cuci tangan secara teratur untuk menghindari penularan virus atau bakteri yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan.

Itulah langkah menjaga fungsi sistem pernapasan manusia. Ingat, menjaga organ paru-paru sama pentingnya seperti memelihara organ vital lainnya. Jadi, jangan sampai disepelekan. Jika mengabaikannya, bisa saja kamu mengidap gangguan kesehatan yang menyulitkan untuk bernapas, seperti pneumonia, tuberkulosis (TBC), bronkitis, penyakit paru obstruktif kronis, atau asma.

Sumber : Halodoc


Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Tips Hadapi Cuaca Ekstrem Selama Ramadhan, Puasa Tetap Sehat dan Aman!

Belakangan ini cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, hingga petir terjadi di sejumlah wilayah Indonesia selama bulan Ramadhan.  Kondisi ini bisa mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari perjalanan menjelang berbuka puasa hingga pelaksanaan ibadah tarawih. Agar tetap aman dan nyaman menjalani ibadah puasa, masyarakat perlu mengetahui cara menghadapi cuaca ekstrem dengan tepat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan saat menghadapi hujan lebat dan angin kencang selama Ramadhan. 1. Selalu Pantau Informasi Cuaca Langkah pertama yang penting dilakukan adalah memantau perkembangan cuaca setiap hari. Informasi prakiraan cuaca biasanya tersedia melalui aplikasi resmi, media sosial, atau situs lembaga meteorologi. Dengan mengetahui potensi hujan atau angin kencang sejak awal, masyarakat dapat merencanakan aktivitas seperti perjalanan pulang kerja, belanja kebutuhan berbuka, atau pergi ke masjid dengan lebih aman. 2. Siapkan Perlengkapan Hujan Saat musim hujan, me...

3 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Baca Buku Menurut Ilmu Psikologi

Membaca buku menjadi salah satu hobi yang cukup populer. Bukan hanya sebagai 'jendela ilmu', namun membaca buku bisa meningkatkan mood, ide me-time yang tenang dan menyenangkan, hingga menghibur untuk orang-orang yang suka dengan kegiatan yang satu ini. Tidak hanya itu saja, ternyata orang-orang yang suka membaca buku memiliki sejumlah ciri kepribadian yang unik menurut ilmu psikologi, lho. Penasaran seperti apa? Simak penjelasannya berikut ini. 1. Disiplin Ciri kepribadian yang pertama dari orang-orang yang hobi membaca buku yaitu disiplin. Alih-alih menghabiskan waktu di depan layar gadget dan terjebak doomscrolling di media sosial, orang yang suka membaca buku lebih memilih menggunakan waktunya untuk membaca buku. Terlebih, sikap disiplin ini tidak selalu mudah dilakukan, terutama di era digital dan ‘godaan’ untuk selalu menetap di media sosial dalam waktu lama. Selain itu, orang-orang yang dengan rutin membaca buku menyadari bahwa kegiatan ini sangat baik untuk kesehatan me...

7 Penyebab Wajah Terlihat Kusam dan Lelah

Pernah nggak sih kamu merasa wajah terlihat kusam, mata sembap, dan tampak lelah padahal aktivitasmu tidak terlalu berat? Bahkan, ada kalanya kamu sudah tidur cukup, tetapi tetap terlihat tidak segar saat bercermin. Ternyata, kondisi wajah terlihat lelah tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur saja. Dilansir dari Good Housekeeping dan Sheen Vein and Cosmetics, ada berbagai faktor lain yang bisa memengaruhi kondisi kulit wajah hingga terlihat kusam, pucat, dan tidak bercahaya. Menariknya, beberapa penyebab tersebut sering kali tidak disadari karena berasal dari kebiasaan sehari-hari. Jadi, kalau kamu sering bertanya-tanya kenapa wajah terlihat lelah, yuk kenali penyebabnya berikut ini! 1. Kurang Tidur dan Kualitas Tidur yang Buruk Penyebab wajah terlihat lelah adalah kurang tidur atau kualitas tidur yang tidak baik. Saat kamu tidur, tubuh melakukan proses regenerasi, termasuk memperbaiki sel-sel kulit. Jika waktu tidur kurang atau sering terbangun di malam hari, proses ini menjadi tid...