Langsung ke konten utama

8 Cara Mengatasi Obesitas, Gaya Hidup hingga Pengobatan

Menurunkan berat badan mungkin hal yang sulit dilakukan, tapi obesitas tetap bisa diatasi. Upaya mengatasi obesitas lebih dari sekadar menghilangkan lemak berlebih, cara ini juga bisa memperbaiki gaya hidup menjadi lebih sehat secara jangka panjang. Bukan hanya berat badan yang kembali ideal, tapi kualitas hidup Anda pun akan lebih baik dan terhindar dari risiko penyakit serius. Kasus obesitas terus meningkat dari tahun ke tahun, di berbagai belahan dunia. Hal ini menjadi perhatian banyak ahli kesehatan karena meningkatnya obesitas berarti menaikkan risiko kasus penyakit jantung, diabetes, stroke, dan gangguan imun. Namun, obesitas bukanlah penyakit tanpa obat penawar. Kondisi kegemukan ini bisa diatasi dari perubahan gaya hidup hingga pengobatan medis pendukung. Anda yang memiliki obesitas tak perlu khawatir dengan banyaknya tantangan dalam menurunkan berat badan. Beberapa langkah mengatasi obesitas berikut bisa dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sampai Anda memiliki berat ba...

5 Bahaya Menyimpan Dendam bagi Tubuh Anda

Terkadang sulit rasanya untuk berdamai dengan emosi yang berkecamuk dan mencoba memaafkan orang yang berbuat salah kepada kita. Kemarahan yang selama ini terpendam membuat kita menyimpan dendam. Namun, tak banyak yang tahu sifat pendendam tak hanya bikin penyakit hati, tapi juga berdampak terhadap kesehatan jika terjadi dalam waktu yang lama.

Berikut beberapa cara bagaimana menyimpan dendam dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

1. Mengubah susunan hormon otak

Fungsi organ otak dipengaruhi oleh dua hormon yang saling berkaitan namun dapat bekerja berlawanan yaitu hormon kortisol dan hormon oksitosin.

Hormon kortisol biasanya dilepaskan saat kita berada di bawah tekanan mental besar, seperti saat menyimpan dendam. Sebaliknya, hormon oksitosin diproduksi ketika kita memaafkan dan saat berdamai dengan diri kita maupun orang lain.

Kedua hormon tersebut diperlukan dan keseimbangan antara keduanya menciptakan stres baik (eustress) seperti saat bekerja untuk mencapai tujuan, serta mengendalikan stres buruk (distress).

Hormon kortisol dikenal sebagai hormon yang berbahaya jika diproduksi terus-menerus dalam waktu lama. Ini tidak hanya memengaruhi kerja sistem saraf pusat namun juga kerja organ lainnya.

Sekresi kortisol berlebih juga menekan kadar hormon oksitosin yang justru diperlukan untuk kesehatan emosi dan sosial, seperti kemampuan untuk menjaga hubungan baik dengan pasangan atau orang lain.

2. Memicu gaya hidup tidak sehat

Bahaya dendam ternyata berkaitan dengan berbagai penyakit kronis. Stres berat yang dirangsang oleh rasa dendam memicu seseorang untuk kurang memperhatikan kondisi kesehatannya.

Suatu studi menunjukan kondisi temperamental yang diakibatkan menyimpan dendam menyebabkan seseorang lebih cenderung sering merokok dan memakan junk food tinggi kalori.

Kedua hal tersebut, yang apabila dijadikan kebiasaan, dapat menjadi faktor risiko dari penyakit diabetes melitus.

3. Meningkatkan risiko kerusakan jantung

Penumpukan emosi negatif sudah dikenal menjadi penyebab terjadinya tekanan darah tinggi pada seseorang, dan ini akan sangat berbahaya dalam waktu yang lama.

Sama halnya dengan munculnya emosi negatif, sifat pendendam dalam beberapa waktu dapat membuat kita selalu merasa tertekan dan marah terlebih lagi mekanisme berulang tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Suatu riset yang dilakukan oleh Asosiasi Jantung Amerika sudah membuktikan bahwa menyimpan rasa marah dan dendam dapat memicu terjadinya penyakit jantung koroner yang didahului oleh kondisi tekanan darah tinggi dan arterosklerosis.

4. Memicu penyakit dengan rasa nyeri kronis

Ini berasal dari sebuah dugaan yang menyatakan bahwa individu yang menyimpan dendam lebih sering mengalami beberapa kondisi medis.

Suatu penelitian yang dilakukan pada populasi di Amerika Serikat menunjukan bahwa seseorang yang menyimpan dendam memiliki peluang 50% lebih tinggi untuk mengalami penyakit dengan rasa nyeri seperti ulserasi lambung, sakit punggung dan sakit kepala.

Peneliti juga mengambil kesimpulan bahwa menyimpan dendam berkaitan kemungkinan berakitan dengan gangguan psikosomatis.

5. Memicu penuaan dini

Mekanisme penuaan dini berkaitan dengan sekresi hormon stres berlebih. Ini terjadi saat Anda menyimpan dendam hingga menimbulkan rasa depresi dan frustrasi.

Selain gangguan emosi, tubuh merespons stres berlebih. Caranya dengan memicu penuaan dini karena adanya perubahan kromosom DNA dalam proses regenerasi untuk pembentukan sel baru.

Dengan begitu, penuaan biologis organ dalam tubuh menjadi lebih cepat.

Sebaliknya dengan memaafkan, hormon stres yang dihasilkan menjadi lebih terkendali dan diminimalisir sehingga proses respons stres dapat kembali normal.

Sumber : Hello Sehat

Komentar